Veni Vidi Vici

1508 Words
Masih dalam keadaan bingung, pria tampan itu menyerahkan kartu namanya kepada amore.. " Datang lah my queen, akan saya ceritakan semuanya.".. Lalu pria itu pergi meninggalkan kedua perempuan itu yang masih syok.. " Mbak, perusahaan mas itu terkenal dengan artis- artisnya yang tidak pernah kalah pamor , drama dan film yang dibintangi semua selalu masuk movie awards, beruntung sekali mbak didatangi langsung oleh beliau, yang melamar jadi kandidat sampai mengantri dari belum buka pintu perusahaan sampai utup perusahaan lho." Amore disadarkan oleh tepukan halus punggung oleh mbak di salon itu. Sambil berdiri, amore melihat kartu nama yang disodorkan pria itu lalu memasukka ke salah satu kantong pakaian yang baru dibelinya.. " ayo ri, kita cari makan dulu di emperan, sepertinya ad cilok & batagor yang cukup terkenal mbak tahu." amore memggandeng tangan riri dan keluar dari mal itu ke kedai pinggir jalan yang penuh antrian beli cilok dan batagor.. " mas cilok nya 10 ribu 2, batagor 2 porsi ya."ujar riri sambil nelen ludah, yok mbak kita duduk di meja kosong itu selagi menunggu pesanan biar pesen pokat kocok dulu sama ibu itu.. melewati meja yang penuh piring kosong, dan orang- orang yang bersendawa sambil bercerita-cerita.. " sepertinya enak ri, bumbu nya sampai tak bersisa di piring yang disantap orang." Amore senyum sambil melihat tingkah riri memesan pokat kocok sama ibu kede sebelah cilok&batagor. " buset dah, kenceng kali tu anak kalo soal cemilan." Amore merogoh kantong pakaian mencari kartu nama yang dberi pria tampan tadi.. " ini dia, veni vidi vici ,aku datang aku lihat dan aku menang, sepertinya aku pernah baca tapi di mana ya." Amore ngedumel sampai tak melihat cilok & 2 piring batagor sudah bertengger di depan matanya... " monggo dicicipan mbak, jangan lupa kasi bintang 5 ya " ujar bapak yang jualan dengan senyum mengejek... " dimana saya nilai nya ya pak, " amore masih tidak tahu bapak itu mengerjainya.. " di hati saya mbak" .. " bercyanda".. ujar bapak itu sambil menirukan lagu bercyanda yang lagi trend dimana- mana. " ada-ada aja bapak ini" amore jadi tertawa ngekeh lihat tingkah si bapak sambil memonyongkan mulutnya meniru lagu bercyanda yang lagi booming saat ini. Riri kelihatan datang ke meja sambil menyeruput pokat kocok di gelas yang digenggamnya.. " pelan-pelan riri, habis nyalon sama ke butik lho, nanti belepotan kan malu , kita kan mau lanjud lagi siap ini." " siap ibu komandan." riri sambil meniru tentara- tentara yang lagi berbicara sama atasannya.. Sambil menyendoki batagor sama cilok, riri tampak makin bulat seperti bakpao yang isinya mau keluar.. " pelan- pelan toh riri, riri kamu tahu tidak veni vidi vici ini dimana perusahaan nya?" " di depan itu toh mbak tinggal nyebrang saja" ucap riri yang kepayahan karena mulutnya penuh makanan, sambil tangan nya menunjuk ke suatu bangunan tinggi megah dengan tulisan emas veni vidi vici bertengger di puncak bangunan itu." ya ampun ri, ternyata bumi ini kecil pake kebangetan ya, oke siap ini kita ke sana." mata bulat amore berbinar bibir tipis nya tersenyum. Siap melahap cilok batagor & pokat kocok, riri & amore menyebrang jalan menuju perusahaan itu. Setiba di pintu terlihat antrian kandidat artis yang memenuhi isi ruangan menunggu panggilan juri untuk diseleksi.. " mau jumpai siapa ya mbak, sudah daftar antrian?" tanya mbak resepsionis .. " saya mau jumpai pak charles, tadi saya disuru datang untuk jumpai beliau." " maaf mbak, sebelum nya sudah ada janji temu dengan pak charles?" resepsionis terlihat terkejut. Tiba- tiba pak charles menghampiri meja resepsionis," ini tamu saya Sera, kenapa kamu tidai panggil saya?" " hmmm.. maaf pak saya kira pura-pura menyamar buat ketemu bapak." semua kandidat terlihat menatap meja resepsionis , mereka penasaran ada apa sampai pak charles turun tangan untuk menyambut wanita itu. " follow me my queen, let's go upstair, ayo kita cerita di kantor saya di lantai 10 , saya tidak menyangka kamu akan secepat ini merespon undangan saya ke sini." Pak Charles menuntut ke lift untuk naik ke kantor nya yang berada di lantai 10. " Bapak kenal sama mbak amore darimana?" tanya riri dengan penasaran sambil memasuki lift menuju ke kantor pak charles. " Saya memgagumi nya dari jauh waktu kalian memasuki mall tadi, dari sebelum berganti pakaian & rambut, saya lihat kamu berbakat untuk menjadi artis." tatap pak charles ke amore yang sedang berpikir. " mbak amore dulunya selebriti yang pernah menang beberapa movie golden award, wajar beliau masi saja cantik karena pintar merawat diri." " oh ya, pantas saya merasa saya pernah melihat nya, lalu selama ini kemana , kenapa vacum dari dunia selebritas?" pak charles tak tampak terkejut berlawanan dengan ujaran nya pada ucapan riri. " ini masalah pribadi, saya kira tidak perlu orang lain tahu selain keluarga saya." kata amore menahan riri yang akan bercerita pada pak charles... pintu lift terbuka dan mereka sudah sampai di lantai 10 kantor pak charles.. Ruangan itu tak tampak seperti kantor, ada banyak ikan berenang di aquarium dinding seluruh ruangan itu, ada tempat duduk seperti di pantai, lantai penuh pasir putih, ada bakso bakar bertengger di pintu kantor itu, ada pop ice,ada sate padang, mie rebus.. riri melompat kegirangan " ini kantor atau pantai? " pak charles " saya tidak ingin suasana kantor yang monoton yang membuat jenuh pikiran." mereka duduk di bawah payung pantai ." mbak saya pesen bakso bakar sama pop ice dulu y." ujar riri berlari kecil meninggalkan pak charles dengan amore. " amore, bersediakah kamu menjadi artis di perusahaan saya?saya menilai kamu cukup berbakat untuk menaikkan pamor film yang akan kami buat ." tanya pak charles tanpa basa basi. " sepertinya kamu sudah mengenal saya pak charles, saya sudah vacum 5 tahun, saya tidak tahu apakah akting saya masih bagus atau tidak." amore tampak terkejut melihat pak charles tanpa pikir panjang bertanya padanya. nanti kamu juga akan terbiasa lagi, karena bakat kamu memang sudah ada." pak charles mendengar jawaban iya dari amore. Tapi amore masih tampak ragu. Lalu tiba- tiba ada yang masuk ke ruangan itu untuk menjumpai pai charles. perempuan itu manis dengan wajah apel dan rambut blonde panjang nya. " excuse me, charles, saya ingin membintangi film ada apa dengan mu ." " oh kenalin viola, ini amore yang baru saja saya tawarkan bermain film yang kamu bicarakan." amore tampak terkejut alisnya mengerut bibiny datar " ya kenalkan saya amore yang akan membintangin film ada apa dengan mu." pak charles tersenyum gembira mendengar jawaban amore yang tidak tertebak. Lalu viola mengibaskan rambutnya pergi tanpa pamitan dan menyambut tangan amore. " maafkan viola ya amore, dia selebriti yang akhir-akhir ini booming dengan film the glory yang dibintangi nya, jadi terkesan sedikit sombong." ucap charles seolah malu karena kelakuan selebriti tersebut. "it's okay, childish, umur berapa viola itu charles?" tanya amore yang terlihat penasaran.. " kalau tidak salah ingat, dia seumuran riri." Charles menimpali sembari berjalan ke arah riri . " riri, diet riri.. kamu tidak liat perempuan tadi itu seumuran kamu lho, dia itu selebriti di perusahaan ini." pak charles senyum ngekeh mengejek riri yang lagi melahap bakso bakar nya padahal baru saja habis cilok sama sepiring batagor dan segelas pokat. " ahhh biarin aj pak, saya mau menikmati hidup, selebriti itu jaim- jaim sudah gitu kehidupan nya ga private, semua dikritik netizen." Pak charles hanya geleng-geleng kepala mendengar jawaban riri yang diluar dugaan. Amore mengatur napas dan duduk kembali, sepertinya dia mengenal wanita yang baru saja dikenalin padanya. Ya, dia adalah selingkuhan suaminya yang terakhir. " pantas saja aku seperti pernah mendengar nama perusahaan ini, rupanya di handphone suamiku.. Dunia memang kecil."Sambil mengelus dadanya amore berbicara dalam hati. Dia tidak tahu riri & pak charles lagi berjalam ke arahnya. " mau pop ice amore?" tanya pak charles. Amore langsung menyambar minuman itu dari tangan pak charles sampai riri terkejut melihatnya. " Mbak habis jumpa siapa sampe main nyambar minuman aja ?" " nanti kita cerita ri, ayok kita pergi melanjutkan kan pertualangan kita". ajak amore yang sudah menyedot habis pop ice dari pak charles tadi.. " nanti saya miscall ya buat kasih tau soal film yang mau dibintangi". Amore menggandeng tangan riri meninggalkan pantai nya pak charles. Setelah sampai di lift, " ri, tadi itu selingkuhan renald yang terakhir, pantas saja aku merasa seperti mendengar nama perusahaan ini. Bumi kecil ya ri " " masa ya si mbak, padahal tadi di depan mata bisa riri bakar dia di bakso bakar kalau mbak kasih tau." Keduanya tertawa bersama-sama. Ketika pintu lift terbuka, ada wajah tak asing di depan mereka. " Dasar pencuri" sahut viola. Riri mendorong bahu viola " ehh berkaca ya, dasar p*****r ".. Lalu keduanya jambakan rambut sampai semua kandidat berlari melihat mereka ke arah lift mendengar suara ribut. " ayo ri, kamu terlalu berharga untuk dibandingkan sama wanita ini." Amore melepas genggaman riri dari rambut viola, dan menembus keramaian keluar dari gedung itu. Sesampainya di luar" ri, ingat mbak tidak pernah mengajari mu untuk melakukan yang seperti itu ya." Amore menyisir rambut riri dan merapikan pakaian nya. " Tapi mbak, dia itu ... " " Stop riri, ayo kita ke timezone." Belum selesai riri berkata, amore sudah memotong dan mengalihkan pembicaraan
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD