Kairo kira, marahnya Aika hanya sampai mengisenginya saja di bill saat di kafe. Ternyata, marahnya Aika berlanjut dengan mendiamkan Kairo. Apa ya? Lebih tepatnya nyuekin gitu lah. Soalnya kalau bilang mendiamkan, Kairo dan Aika, ‘kan, memang jarang berinteraksi di kantor. Tempat kerja mereka jauh. Aika lantai tiga, sedangkan Kairo lantai lima belas. Jadi, kata mendiamkan nggak efektif untuk menggambarkan kondisi mereka saat ini. Yang paling tepat itu ya nyuekin. Kenapa Kairo bisa bilang begitu? Karena Aika itu benar-benar nyuekin Kairo. Bahkan saat Kairo telepon saat sore hari menjelang pulang kantor, Aika tak menjawabnya sama sekali. Giliran di-chat, dibalas. Sore itu Kairo mengirim chat pada Aika untuk bertanya, “Mau pulang bareng, gak?” Mau tahu apa jawaban Aika? Hanya sebuah fot

