Mas Bos 77

1313 Words

“k*****t, Lu!” Maki Kairo pelan. Takut disentil Mama Desi, kalau ketahuan mengumpat. Sahabatnya itu hanya nyengir kuda medengar protes Kairo. Kairo langsung masuk mendahului Aaron, sambil mengdengus mirip banteng. “Sorry, Bro. Anggap saja stimulasi menghadapi bencana,” ujar Aaron dengan nada geli minta ditonjok. “Memangnya merapi mau meletus? Kok, pakai stimulasi segala? Bukannya jauh ya dari tempat tinggal kita?” tanya Aika yang muncul dari arah dapur. “Tahu nih, abangmu. Terlalu parno,” balas Kairo yang masih sewot. Lalu Kairo pun terdiam, seakan baru menyadari sesuatu. Setelah itu, dia melihat Aika lagi, dan mengulum senyum “Ngomong-ngomong Kamu cantik banget pakai setelan resmi, dengan warna salem itu. Pas dengan kulit putihmu,” puji Kairo yang kini tersenyum lebar. Aika tidak

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD