Sepanjang hari, Bianca dengan setia menjaga Aika, sambil membisikkan nama orang yang ada di divisi mereka. Sekalipun keberadaan Aika membuatnya mengawali hari dengan kesialan luar biasa. Namun Bianca sadar. Aika adalah amanah untuknya, jika ingin terus bekerja di perusahaan besar ini. Kok, ngenes ya bacanya. Kek gak ada yang bisa Bianca banggakan gitu di sini. Tapi, itu memang kenyatannya. Tanpa adanya Aika pekerjaannya akan terasa menyesakan. Jelas saja, Aika gak ada, alamat lembur mulu Bianca saban hari. Rodi, kerja bagai kuda tanpa tahu hari. Sekalipun itu bisa membuat rekeningnya gendut tiap akhir bulan, tapi buat apa? Kalau Bianca harus kehilangan masa mudanya dengan tumpukan map. Hidup itu kali-kali butuh OTW, Sayang! Ke mana kek. Yang penting OTW aja biar gak mumet. Ye, ‘kan?

