“Bos, bisa fokus dengan berkas ini dulu?” tanya Alvaro yang mengambil tempat makan Kairo agar dapat disimpan. “Kembalikan sekarang juga!” desis Kairo tak suka. Alvaro pun buru-buru meletakkan tempat makan itu di tempat semula. Ia tak mau sampai kehilangan pekerjaannya hanya karena sebuah baperware. Pria itu lalu menghela napas panjang, sepanjang hari atasannya terus menerus memandangi wadah berwarna biru laut itu. Sialan! Tuh kotak makan isinya apaan, sih? Semar mesem, ya? Buktinya, Bosnya dari tadi mesem-mesem melulu. Seperti orang tidak waras saja. “Bos, makan siang tinggal tiga puluh menit lagi. Tolong selesaikan berkas ini biar bisa segera makan,” rayu Alvaro. Pokoknya, dia harus segera menyingkirkan kotak makan sialan itu. Gara-gara dia, pekerjaan Alvaro sampai molor banyak. San

