Mas Bos 67

826 Words

“Aika, tenanglah! Saya bukan orang jahat. Saya ... suamimu.” Kairo memeluk Aika erat. Membisikan kata penenang terus menerus. Mencoba mengembalikan kewarasan istrinya. Sementara itu, dokter mulai berdatangan. Ikut memberikan pertolongan. Mereka menyuntik Aika dengan obat penenang, agar gadis itu bisa dikendalikan. “Lepaskan ....” Suara Aika mulai melemah, seiring reaksi obat penenang itu. “Tenanglah, sayang. Tenanglah. Saya tidak akan menyakitimu. Saya Mas Bos Kamu.” Kairo terus membisiki Aika ingatan itu, sambil memeluk Aika erat. Tak berniat melepaskannya sama sekali. Dia bahkan mengusap rambut Aika yang berantakan. Menciumi puncak kepala dalam dekapannya berkali-kali. Kairo tidak peduli kalau kemejanya basah oleh air mata Aika. Atau tubuhnya membiru karena pukulan Aika yang bertubi

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD