Sacha menaikan satu alisnya “lu bener bener gila” ujarnya dengan tatapan mata yang kesal “Pergi sana!” teriak Sacha kemudian berlari menjauh dari Nino Nino masih mengikutinya dengan tatapan wajah datar dengan senyuman jahat diwajahnya, entahlah menurut Nino sejak pertama bertemu Sacha sangat menyenangkan jika terlibat masalah dengannya. Sacha berani dan berbeda dengan wanita lain. “Boss!” teriak beberapa orang yang sedang menunggu di depan kafe Sacha membalikan badannya dan ternyata itu adalah teman teman gengnya, terlihat 5 orang yang sedang menunggu Sacha di depan mobil mewah. Empat lelaki dan satu perempuan mereka memakai seragam sekolah yang berbeda, beberapa dari mereka juga berseragam sama dengan Nino. “Boss?” gerutu Nino menatapi Sacha penuh pertanyaan Sacha membuang nafasnya

