Keyla dengan tergesa gesa kembali menuju ke kelas nya. Sebenarnya Keyla agak malas kembali ke kelas. Tapi, mengingat dia sedang menyamar menjadi nerd, Keyla harus benar benar menjaga sikapnya yang badgirl menjadi goodgirl.
"Males gue." gerutu Keyla.
Tok tok tok
"Ya masuk!" sahut guru yang sedang mengajar.
"Kenapa terlambat?" tanya bu Lia.
"Kesiangan bu." jawab Keyla pelan.
"Kesiangan? Haha. Basi!!" sahut Sherly dari bangkunya.
"Huuu!" sorak Gladys.
"Sudah sudah. Kamu ayo duduk." ucap bu Lia menyuruh Keyla untuk duduk.
"Iya bu."
"Aw!"
"Ada apa lagi?" tanya bu Lia.
"Ini nih bu, dia sengaja nginjak kaki saya." ucap Sherly menuding Keyla.
"Benar itu Keyla?" tanya bu Lia kepada Keyla.
"Nggak kok bu." ujar Keyla datar.
"Bohong dia bu! Jelas jelas dia nginjak kaki saya." ucap Sherly dengan memperlihatkan kaki nya.
"Gue nggak sengaja." ucap Keyla datar.
"Kan sama aja lo nginjek kaki gue!" ucap Sherly.
"Oh, sama aja toh. Yaudah kali nggak usah ngajak ribut, orang jelas jelas lo tadi emang sengaja ngejulurin kaki lo kok. Biar apa? Biar gue kesandung gitu? Haha basi!!" sengit Keyla sambil berjalan menuju bangkunya.
Brak
Sherly mengebrak meja dan langsung berdiri dari kursi nya menghampiri Keyla dengan geram. Sherly rasa nya ingin membunuh Keyla saat itu juga dengan kedua tangan nya sendiri. Tapi niat nya itu sudah di hentikan terlebih dahulu oleh bu Lia.
"Sherly!! Kembali ke tempat duduk kamu sekarang, jangan cari masalah." ucap bu Lia sambil menghampiri Sherly.
"Tapi murid yang kayak gini tuh harus di hajar bu!" ucap Sherly emosi.
Keyla hanya melihat Sherly dengan tatapan datar serta senyum smirk nya.
"Bego banget sih, haha." batin Keyla.
"Sherly sudah!!" bentak bu Lia.
Sherly pun akhir nya mengalah dan kembali duduk di kursi nya. Semua murid yang ada di dalam kelas melongo melihat kajadian tadi. Bagaikan drama.
"Anak anak, jangan ada yang mencontoh kejadian barusan, Kita sekolah buat apa? Buat cari ilmu, bukan cari musuh! Ingat itu." nasehat bu Lia.
"Iya bu!" ucap siswa serempak.
"Bagus. Kita lanjutkan lagi pelajaran yang tadi." ucap bu Lia.
"Key, lo tadi abis kemana sih?" bisik Fara.
"Abis di hukum sama bu Rina cuy. Sadis parah, masa gue sama abang gue di suruh squat jump seratus kali. Gila banget." jawab Keyla dengan suara pelan.
"Pantesan lo bau ketek, haha."
Fara, Lala dan Aira terkikik pelan. Keyla juga sudah merasa tidak nyaman dengan seragam nya yang saat ini sudah penuh peluh keringat.
***
"Kantin yuk." ajak Aira kepada sahabat sahabat nya.
"Nggak ah, males gue. Gue juga mau ke toilet sekalian ganti seragam. Udah bau nih." ucap Keyla sambil mengendus seragam nya yang bau keringat.
"Gue ikut yah." ucap Lala.
"Nggak usah deh, mau ngapain juga lo ngikut." ucap Keyla.
"Ngak papa, hehe." ucap Lala.
"Yaudah deh kalian ke kantin aja, gue mau ke toilet dulu." ucap Keyla.
"Iya deh iya." ucap Fara, Lala dan Aira.
Saat Fara, Lala dan Aira sudah pergi menuju kantin, Keyla langsung beranjak menuju toilet. Untung saja Keyla mempunyai seragam cadangan di loker nya yang bisa Keyla pakai saat sedang di butuhkan.
"Wow! Kita ketemu lagi nih guys sama si nerd!" ucap Sherly dengan keras yang mengema di seluruh ruangan kamar mandi perempuan.
Pandangan semua siswi yang ada di kamar mandi pun langsung menuju ke arah Keyla yang masih berdiri di ambang pintu dengan mengengam plastik yang berisi seragam ganti nya.
"ck, bazeng nih bocah." batin Keyla.
Dengan sekali bentakan, Sherly mampu mengusir semua siswi yang ada di dalam toilet perempuan, dan hanya menyiahkan Keyla, Sherly dan ke tiga teman nya. Saat Keyla juga ingin pergi, tangan Keyla di tarik paksa oleh Sherly.
"Sini lo!"
"Guys tutup pintu nya sekarang! Kita harus ngasih pelajaran yang sekira nya pantes buat nih nerd." perintah Sherly.
Zila pun menutup pintu kamar mandi dan menguncinya. Seperti nya semua telah di rencanakan Sherly dengan matang matang.
"Apa mau lo?" tanya Keyla datar.
"Mau gue?! Gue mau lo nggak usah deket deket lagi sama Aron!" ucap Sherly.
"Haha, gitu ya? Sori gue nggak bisa nurutin kemauan lo itu." ucap Keyla dengan tertawa sinis.
Plak
"Dasar cewek gatel! Setelah Alvaro, Aron, terus lo mau ngembat siapa lagi hah? Farel? Brian?"
"Mungkin." ucap Keyla sambil memegang pipi kiri nya yang terkena tamparan Sherly.
Ucapan Keyla tidak sepenuh nya benar, Keyla hanya ingin memanas manasi Sherly saja. Keyla bahkan tidak sempat berfikiran untuk memacari sahabat sahabat Aron.
"Guys, pegang tangan nya!"
Keyla mencoba berontak supaya terlepas dari cengkraman Gladys dan juga Zila. Tiga lawan satu? Benar benar gila. Keyla tidak mungkin bisa mengalah kan mereka ber tiga yang tenaga nya juga cukup besar.
Plak
Sherly ganti menampar pipi kanan Keyla. Keyla hanya meringis merasakan tampar Sherly yang cukup keras. Mungkin ke dua pipi Keyla kini sudah memar merah.
"Segitu doang? Menurut lo, gue bakalan takut gitu sama lo semua? Cih, nggak akan." tantang Keyla.
"Oh..masih berani juga lo!? Jalang!" bentak Sherly.
"Wait, jalang? Bukan nya lo ya yang jalang, heh?" ucap Keyla.
Sherly yang sudah memanas langsung saja mendorong Keyla, mengambil kacamata Keyla dan menginjak nya sampai hancur.
"Berdiri lo!!" bentak Sherly.
Saat Keyla handak berdiri, tiba tiba Sherly kembali mendorong Keyla lagi dengan keras sehingga Keyla membentur tembok. Badan Keyla rasa nya sudah remuk, kepala nya pun mulai merasa pening. Tapi, Keyla tidak akan menyerah begitu saja.
"Mampus! Kacamata lo udah ancur! Jadi nggak bisa lihat deh, hahaha." ledek Gladys.
"Bodoh." batin Keyla.
Sherly memegang kerah baju Keyla dan kembali menampar Keyla tampa ampun.
"Sekarang lo udah nggak bisa ngapa ngapain lagi kan? Haha. Udah nggak ada yang bisa bantuin lo lagi!" ucap Sherly.
Plak
Plak
Kedua pipi Keyla sudah terasa amat sangat nyeri. Ingin rasa nya Keyla memukul mereka bertiga. Sial nya, kepala nya sudah terlalu sakit untuk melakukan nya. Darah segar pun mulai keluar dari sudut bibir Keyla.
"Ini pelajaran yang pantes buat lo! Yuk guys cabut. Urusan kita sudah selesai. Verry nice!" ucap Sherly.
Sherly, Gladys dan Zila meninggalkan Keyla yang masih tersungkur di atas lantai kamar mandi. Banyak murid yang berdesak desakan ingin melihat nya. Emang ini tontonnan!?
Dengan sekuat tenaga Keyla mencoba berdiri. Menangis? Ck, Keyla sama sekali tidak akan menangis. Buat apa? Menangis hanya membuat nya terlihat semakin lemah di hadapan mereka.
"Minggir." ucap Keyla datar kepada murid murid yang ada di depan nya.
"Berani nya ngeroyok ternyata. Awas aja, gue bakal bongkar kedok lo yang busuk Sherly! haha." batin Keyla sambil menyekat darah yang ada di sudut bibir nya.
Keyla terus saja berjalan menuju kelas nya walau rasa sakit telah menjalar di seluruh tubuh nya.