Chap 14

934 Words
"Toilet cewek ada apaan tuh? Rame amat." tanya Farel sambil melihat keramaian para murid di depan toilet perempuan. "Samperin yuk, kepo gue." ucap Brian. "Cowok kepoan lo." ucap Aron. "Serah gue lah." sewot Brian yang langsung pergi meninggalkan Aron, Farel dan Alvaro. "Lah, ngambek dia." ucap Alvaro. "Ada apaan?" tanya Brian kepada salah satu siswi. "Itu kak tadi ada yang lagi di bully." ujar siswi itu yang hampir terkejut karena Brian menghampiri nya. "Kok nggak di tolongin?" tanya Brian heran. "Em..kita nggak ada yang berani nolongin kak, takut." ucap siswi itu sambil meremas rok nya. "Sekarang dimana orang nya? Kok udah nggak ada?" tanya Brian sambil melihat sekeliling. "Baru aja pergi tadi, kak." ucap siswi itu. "Ada apaan sih?" tanya Aron sambil menyikut lengan Brian. "Tuh, barusan ada yang kena bully." jawab Brian. Sontak Aron membulatkan mata nya kaget mendengar ucapan Brian. Bagaimana kalau yang di bully adalah adik nya? Oh God. "Lo lihat siapa yang di bully nggak?" tanya Aron. "Lihat. Dia pakai kacamata, rambut nya di kepang dua. Kayak nya..dia murid pindahan deh." ucap siswi itu sambil mengingat ngingat lagi ciri ciri gadis yang terkena bully tadi. "Keyla!!" batin Aron sambil menepuk jidatnya. Tidak salah lagi, orang yang di mangsud siswi itu adalah Keyla. Hanya Keyla lah yang rambut nya di kepang dua, berbeda dari ke tiga sahabat sahabat nya. Aron langsung berlari menuju ke kelas Keyla untuk memastikan Keyla baik baik saja. Brian, Alvaro dan Farel pun merasa bingung melihat Aron yang terlihat panik. "Kenapa tuh bocah?" tanya Farel. "Nggak tau." jawab Brian sambil mengendikkan bahu nya. "Udah yuk ikutin aja." ujar Alvaro. *** "Yak ampun! Lo kenapa, Key?!" teriak Fara panik saat melihat wajah Keyla yang memar dan bekas darah di sudut bibir Keyla. "Abis di kroyok di kamar mandi gue." jawab Keyla sambil duduk di kursi nya. "Ya ampun, Key..Sama siapa?" ucap Aira sambil merangkul tubuh Keyla. "Siapa lagi kalo bukan si tante gila." ucap Keyla. "Kalo tadi gue ikut lo kan nggak bakal ada kejadian kayak gini, Key! Lo juga, kenapa nggak lo lawan?" tanya Lala. "Tiga lawan satu apa mungkin? Tangan gue aja di pegangin terus sama temen nya Sherly. Gimana gue mau ngelawan?" ujar Keyla sambil memegang pipi nya yang masih perih. "Bener bener harus di kasih pelajaran tuh bocah!" ucap Fara terbawa emosi. Fara bangkit dari tempat duduk nya bermangsud untuk menemui Sherly dkk. Tapi, Keyla dengan cepat menahan Fara. "Fara stop! Nggak ada guna nya juga lo mencak mencak ngelabrak si Sherly. Dia bakal makin seneng kalo lihat kita kepancing emosi." ujar Keyla sambil mencekal tangan Fara. "Tapi, dengan keadaan lo yang kayak gini apa gue bisa terima?!" "Nggak Key.." sambung Fara yang langsung duduk merangkul tubuh Keyla seperti yang di lalukan Aira. "Iya gue tau.." ucap Keyla. "Tapi tenang aja, cepat atau lambat kita bakal bales semua perbuatan Sherly. Dia bakal nggak bisa apa apa kalo tau siapa kita." bisik Keyla kepada sahabat sahabat nya. Fara, Lala dan Aira menganguk angukkan kepala nya dengan senyum smirk yang tak luput dari wajah mereka ber empat. Brak Keyla dkk di kejutkan dengan keberadaan Aron yang tiba tiba saja muncul dan membuka pintu kelas dengan sekali gebrakan. Untung saja di kelas hanya ada Keyla dkk, sementara yang lain masih berada di luar kelas. Aron langsung menuju ke bangku di mana Keyla dkk sedang duduk. "Shit." gumam Aron saat melihat wajah Keyla yang memar dan bekas darah di bibir Keyla. "Bang, lo ngapain ke-" ucap Keyla terputus karena Aron sudah terlebih dahulu menyela nya. "Siapa yang udah ngelakuin ini sama lo?"tanya Aron penuh dengan penekanan. Keyla melihat raut wajah Aron yang nampak emosi menahan amarah. Hal ini yang sangat di takuti Keyla. Fara, Lala dan Aira pun diam tak berkutik. "Jawab Key." ucap Aron. "S-sherly bang." ucap Keyla terbata bata. "Why?" lirih Aron sambil melihat wajah Keyla dengan sendu. "Dia nggak mau kalo gue deket deket lagi sama lo, sama temen lo juga." ucap Keyla. "Terus lo ikutin kemauan nya?" "Nggak, hehe." ucap Keyla. Aron langsung mendekap Keyla dengan lembut, mengusap kepala Keyla dengan penuh rasa kasih sayang. "Aw." ucap Keyla pelan yang masih bisa di dengar Aron. Aron pun melepas kan pelukan nya dan menhecek wajah Keyla lagi. "Ke uks?" tanya Aron. "Nggak usah bang." "Beneran?" "Iya." "Aron!! Sebener nya siapa dia?" tanya Brian dari belakang mereka. Aron dan Keyla dkk pun merasa terkejut melihat kedatangan Brian, Alvaro serta Farel yang secara tiba tiba. "Jujur, Ron. please. Kita udah lihat semua nya, nggak mungkin kan kalo yang tadi cuma kebetulan?" ucap Farel. "Oke gue ngaku sekarang. Sebener nya dia adek gue. Dan mereka bertiga ini temen temen nya adek gue." jelas Aron. "Hah?! Tu-tunggu, lo pasti bercanda kan?" ujar Brian. "Nggak mungkin lah. Masa adek lo kayak gini? Adek lo kan cantik,  Ron." ucap Farel. "Hm..."gumam Alvaro. "Lo juga ngapain hm...hm...nggak jelas." ucap Farel sambil menyikut perut Alvaro. "Dari pada gue diem mending gue bersuara." ucap Alvaro. "Ya..gue tau kalo lo semua pada nggak percaya. Tapi gue bener bener jujur, nggak boong. Suer deh. Keyla sama temen temen nya lagi nyamar jadi nerd." ucap Aron. "Kok bisa?" ucap Brian. "Kok mau?" ucap Farel. "Kok..." ucap Alvaro "Bazeng." sambung Farel. "Ck, apaan sih lo." ucap Alvaro. "Udah deh jangan pada ribut." ujar Aron. "Jadi yang di bully tadi itu Keyla?!" tanya Brian. "Iya." "Dan gue minta sama kalian, jangan ada yang bilang ke siapa siapa. Ngerti?" ujar Aron. "Oke." jawab Alvaro, Brian dan Farel serempak. "Luka kayak gitu ngapain masih di anggurin? Mending di obatin dulu gih biar cepet sembuh." ucap Alvaro. "Iya yuk Key ke uks. Ayo.." bujuk Fara. "Yaudah deh." ucap Keyla. "Goodgirl." ucap Aron.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD