Jam pelajaran sudah di mulai dari beberapa menit yang lalu, sementara guru yang mengajar masih belum juga menunjuk kan batang hidung nya.
Murid murid pun semakin ricuh di dalam kelas. Ada yang naik ke atas meja sambil nyanyi nyanyi nggak jelas, ada yang dandan terus foto selfie, ada yang ngerumpi, dan ada juga yang nonton video di hp sambil cekikikan sendiri di pojok.
"Bosen gue, Far." ucap Keyla sambil menopang dagu nya.
"Sama, gue juga bosen di sini. Tau gini mending kita pulang aja dari tadi." ucap Fara yang diangguki Keyla, Lala dan Aira.
"Woy! Ada guru!" teriak Dion sebagai ketua kelas.
Seluruh murid yang mendengar teriakan Dion pun langsung terbirit b***t duduk di kursi nya masing masing. Ada yang sampai terjungkal karena terlalu terburu buru, Keyla yang melihat nya sampai terkekeh.
"Yah, jatoh dia. Haha" batin Keyla.
"Mana guru nya?" tanya Evan dari bangkunya.
"Di kantor, hahaha." ucap Dion yang langsung mendapat kan tatapan kesal dari semua murid.
"Mati aja sono lo!" teriak Evan.
"Gue kibulin mau, hahaha."
Tapi, tiba tiba Bu Lia datang ke kelas dan langsung menjewer telinga Dion.
"Aduh bu! Aduh!" teriak Dion.
Murid murid sekelas pun ganti menertawai Dion yang terkena jeweran kejam dari bu Lia.
"Kamu tuh ya, ketua kelas bukan nya ngajarin yang baik malah rame sendiri. Lihat, temen temen kamu aja pada duduk rapi di bangku nya. Nih seragam juga, kenapa pada keluar semua? Abis ngapain tadi, hah?"
Bu Lia terus saja menjewer telinga Dion. Dion hanya meringis merasakan jeweran maut bu Lia.
"Aduh bu, ampun. Saya khilaf deh, nggak lagi lagi. Pis bu, kita damai." ucap Dion sambil memegangi telinga nya yang panas.
"Dasar, sudah sana duduk." ucap bu Lia sambil melepaskan jeweran nya.
"Makasih bu, hehe." ucap Dion langsung menuju ke bangku nya.
"Oke anak anak, saya ingin menyampai kan informasi penting. Dua hari lagi adalah hari ulang tahun sekolah kita. Ibu minta ada perwakilan dari kelas kita yang menyumbang lagu atau apa pun untuk memeriah kan ulang tahun sekolah nanti nya. Saya tanya, siapa yang bersedia untuk mewakili kelas kita?" tanya bu Lia yang kebetulan sebagai wali kelas.
"Maksimal berapa orang bu?" tanya Dion.
"Oh, kalau itu terserah. Satu kelas juga nggak papa. Semakin banyak murid yang menyumbang, semakin meriah acara nya." ucap bu Lia.
"Kalo kolaborasi sama kelas lain, boleh?" tanya Keyla tiba tiba.
"Why not? Selama masih satu sekolahan tidak apa apa." ucap bu Lia.
"Emang lo mau ikutan nyumbang juga? Mau nyumbang apaan? Nyumbang jadi topeng monyet? Haha." ucap Sherly.
"Dih, serah gue lah. Gue yang nanya, situ napa yang sewot?" ucap Keyla.
"Sudah. Kalian ini ya, bertengar turus kerjaan nya. Nggak bisa baikan apa?" ucap bu Lia.
"Nggak!" ucap Sherly.
"Ogah!!" ucap Keyla keras.
Bu Lia hanya mengeleng gelengkan kepala nya saar melihat respon dari Keyla dan Sherly.
"Lo mau ikutan, Key?" tanya Fara.
"Iya lah. Lo tau kan kalo gue paling suka nyanyi, gue nggak bakal nyia nyiain kesempatan emas gue. Lo nggak ikut?"
"Ikut dong." ucap Fara.
"Lo ber dua?" tanya Keyla kepada Lala dan Aira.
"Enggak, hehehe." ucap Lala dan Aira.
"Saya tanya sekali lagi. Siapa yang mau?" tanya bu Lia.
"Saya bu." ucap Keyla dan Fara bersamaan.
"Saya bu." ucap Dion.
"Saya!" ucap Rena.
"cuma empat orang? Yang lain?" tanya bu Lia.
"Nggak ada bu, cuma kita doang." ucap Dion.
"Oke, saya akan catat nama kalian. Keyla, Fara, Dion dan Rena. Benar?."
Tanya bu Lia.
"Iya bu." jawab Keyla, Fara, Dion dan Rena.
"Oke. Manfaat kan waktu kalian sebaik mungkin untuk berlatih. Fighting!" ucap bu Lia.
"Ya bu!"
"Kalau begitu saya pergi dulu, jangan rame!" ucap bu Lia.
"Siap bu!"