Chap 7

531 Words
Datar. Itulah ekspresi Keyla, Fara, Lala dan Aira ketika mendengar pujian pujian yang dilontarkan para siswa siswi tersebut. Agar tak dianggap sombong, Keyla dkk memperlihatkan senyuman ramah mereka yang membuat siswa siswi kembali berteriak heboh. Senyuman yang mereka tampilkan membuat diri mereka tampak lebih cantik dan anggun. Sampai sampai membuat hati para cowok meleleh seketika. Teriakan teriakan ricuh para siswa itu terdengar sampai ke telinga Alvaro dkk saat bermain basket dilapangan. "Set dah, rame amat. Ada apaan sih emang?" tanya Brian kepada teman temannya. "Nggak tau. Coba aja samperin biar lo nggak kepo kayak dora." ucap Alvaro sambil asik menddribel bola lalu memasukkan bola itu ke dalam ring. Sementara Aron dan Farel sedang duduk duduk santai sambil meminum air hasil dari palakan mereka tadi. Angin yang sepoi-sepoi membuat mata Farel mengantuk. Sudah berkali kali Farel menguap. "Woi! Sino lo!" panggil Brian kepada salah satu siswa yang baru saja lewat. "Gue?" tanya siswa itu sambil menunjuk dirinya sendiri dengan jari nya. "Ck, ya elo lah! Sini!" teriak Brian. Siwa itu langsung menghampiri Brian dengan langkah tergesa gesa. "A-ada apa ya k-kak?" tanya cowok itu yang tampak takut dan merasa kikuk saat berhadapan dengan Brian dan kawan kawan. "Disono rame banget, ada apaan emang?" tanya Brian to the point. "Oh, i-itu ada kak Keyla sama temen temennya datang kesini." ucap cowok itu. Tak heran bila banyak orang yang sudah mengenal keyla dkk. Karena mereka berempat itu sudah sangat terkenal dikalangan anak SMA dan remaja. Terkenal dengan kenakalan dan keusilan yang mereka perbuat. Tapi dibalik kenakalan mereka yang laknat itu, mereka mempunyai sisi yang menyenangkan serta baik hati dan tidak sombong. Brian yang mendengar keterangan dari siswa itu langsung menampilkan wajah sumringah. Brian juga berterimakasih kepada siswa itu dan setelahnya menyuruh siswa itu pergi. Berbeda dengan Aron yang dengan sepontan menyemburkan air yang berada dalam mulutnya itu ke arah Farel. Sialnya, semburan air itu tepat mengenai wajah Farel yang sedang tertidur pulas, badan yang disenderkan di tembok dengan kaki selonjoran. Karena tak dapat menahan kantuk. "Loh ujan?" tanya Farel yang masih merem melek setengah sadar sambil mengucek matanya. "Iya ujan rel, ujan." ucap Aron. Sementara Brian dan Alvaro sudah ngakak ditempat tapi mereka mati matian untuk menahan tawanya. "Sadis men, hahahaha." ucap Brian yang tak bisa menahan tawanya lagi. "Aer ujan kok rasanya asin ya." ucap Farel yang menimbulkan gelak tawa. "Ya iya lah asin, orang itu bukan aer hujan." ucap Alvaro sambil terkekeh "Lah, Kalo bukan aer ujan terus ni yang di muka gue aer apaan tong?!" ucap Farel yang mulai kebingungan. "Tuh biar Aron aja yang jawab." tanya Brian sambil megarahkan kepalanya ke arah Aron. "Hehe, gini bro. Gue kagak sengaja nyembur lo pakek aer yang gue minum tadi." ucap Aron sambil nyengir lebar. "KAMVRET LO!" ucap Farel sambil membersihkan wajahnya menggunakan kaos seragamnya dengan cepat. Alvaro dan Brian sudah tertawa terbahak bahak melihat kejadian itu. "Hehe, sorry..sorry...namanya juga nggak sengaja." ucap Aron yang masih setia dengan cengiran lebarnya itu. Farel hanya mendengus kesal. "Btw, adek lo kesini ngapain, ron?" tanya Brian. "Nggak tau, yuk samperin. Katanya sih mereka mau ke kantin." ucap Aron sambil bangkit dari duduknya. Alvaro dkk kemudian menuju ke arah kantin uuntuk menemui adik Aron dan teman temannya.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD