Alvaro dkk berjalan bersama sama di koridor menuju kantin. Alvaro, Aron, Farel dan Brian terlihat sangat mempesona. Setelah kehebohan atas kedatangan keyla dkk, kini untuk kedua kalinya semua anak anak sekolah khususnya para siswi terlihat heboh seolah olah terpaku oleh ketampanan Alvaro dkk.
Tak heran, jika banyak pasang mata tertuju pada cowok cowok keren itu. Aron, Farel dan Brian menebarkan pesonanya kepada adik adik kelas.
Sedangkan Alvaro hanya cuek saja dan bersikap datar. Meskipun begitu, itulah yang menjadi daya tarik tersendiri bagi cewek cewek disekolahnya.
"Ehh liat dehh! Itu ada abang lo sama temen temenya kesini, Key!!" teriak Fara yang baru menyadari adanya keberadaan Alvaro, Aron, Brian dan Farel di area kantin.
"Uhuk uhuk uhuk." Keyla yang saat itu tengah asik menyantap bakso, tersedak karena kaget dengan suara Fara yang membahana itu. Keyla dengan sigap mengambil botol air mineral dan langsung meminumnya.
"Setan lo Far. Lo kalo ngomong bisa pelan dikit nggak sih?! Gue guyur juga nih sama kuah bakso." ucap Keyla setelah meminum airnya guna untuk menghilankan rasa yang mengganjal ditengorokannya.
"Hehe. Ampun bu, saya khilaf." ucap Fara dengan cengirannya.
"Keyla!!" sapa Farel dari sebrang sana sambil melambaikan tangannya. Farel bergegas menghampiri meja dimana Keyla dkk sedang berkumpul disana.
Ia yang dipanggil pun segera menoleh ke arah sumber suara.
"Eh, bang Farel. Kabar gimana nih?" ucap Keyla ramah.
"seperti biasa..selalu keren nan tamvan." ujar Farel sambil merapihkan kerah seragam nya dengan gaya keren.
"Haha, tai lo." canda Keyla.
Saat sedang asik berbicara dengan Keyla, tiba tiba ada seseorang yang menubruk bahu Farel hingga membuatnya hampir terjungal.
"Bangke." umpat Farel.
"Apa lo?" ucap Brian sambil menjitak kepala Farel. Ternyata Brian lah orang yang dengan sengaja menubruk Farel.
"Apa apaan sih lo?! Orang gue lagi asik ngobrol sama Keyla lo gangguin. Atau jangan jangan lo iri ya sama gue, karena gue duluan yang nyamperin Keyla. kalo iri bilang ae keleuss. Haha." ucap Farel setengah meledek Brian.
"Lo tuh yang apaan. Gue kira lo diculik sama mimi peri tau nggak, tiba tiba ngilang. Sebagai teman gue kan khawatir, kalo lo beneran diculik miper terus dibawa ke kahyangan kita juga kan yang repot." ucap Brian dengan lawakannya.
"Diem lo kutil miper."
"Udah deh, kalian itu jangan kebanyakan bacot." ucap Keyla dengan tangan bersedekap di d**a.
Sementara Farel dan Brian hanya cengengesan.
Saking bersemangatnya bertemu dengan Keyla, Farel meninggalkan teman temanya yang ingin membeli minum dulu di kantin.
"hehehe." kekeh Farel.
Aron hanya menggelengkan kepalanya melihat tingkah duo semvak itu. Sementara Alvaro hanya menatapnya dengan B aja.
"Woi bang Aron, sini duduk bang." ucap Keyla sambil menepuk nepuk kursi panjang yang ada disebelahnya.
"Iya, emang nggak pegel berdiri terus." sahut Fara.
"Aron aja nih yang ditawarin? Gue nggak?" ucap Farel sok sedih.
"Sama kalian semua lah. Baperan ni bocah." ujar Keyla, sedangkan Farel hanya cengegesan.
"Mampus lo." kini mulai Alvaro yang bersuara.
Mereka kemudian duduk di tempat yang masih kosong, bersebelahan dengan meja Keyla dkk.
"Akhirnya gue bisa ketemu kalian lagi setelah lamanya tak berjumpa."
ucap Brian dengan mengumbar ke alayan nya.
"Najis bang." ucap Aira dengan kekehannya.
"Mulai sekarang jangan panggil kita dengan sebutan bang. Emang kita babang gojek apa, hehe." ucap Brian.
"Oh iya, kalian tumben main kesini. Emang udah pulang sekolah?" tanya Brian kepada Keyla dkk.
"Hari ini class meeting, gurunya pada rapat. Jadi kita pulang duluan terus sempetin main kesini." jelas Lala, Brian hanya ber oh ria sambil menganggukan kepalanya.
"Sama dong, kita juga lagi class meeting." celetuk Farel.
"Sekarang kalian sekolah dimana? Gue kok nggak pernah tau. Terus kenapa kalian nggak sekolah disini aja? Kan seru kalo ada kalian." tanya Brian sekali lagi.
Keyla, Fara, Lala dan Aira hanya diam membisu. Mereka saling bertatapan. Mereka bingung harus menjawab apa. Batin Keyla tak henti hentinya mengumpat, karena kecerewetan Brian.
"Ekhm." Keyla berdeham.
Aron yang mengetahui situasi ini langsung angkat bicara. Sepertinya mereka membutuh bantuan dari seorang Aron.
"Mau tau apa mau tau banget?Ck, Lo jadi cowok cerewet amat sih. Main sama dora aja sono." ucap Aron.
Akhirnya Keyla, Fara, Lala dan Aira dapat menghembuskan nafas leganya. Keyla tersenyum tipis karena Aron mengerti apa mangsudnya.
"Ya kan gue cuma nanya."
"Em, guys kita pulang dulu yuk." aja Keyla kepada teman temannya.
"Oke yuk."
"Kita pulang duluan ya. Bay semua, dadaahh." pamit Keyla dkk.
Keyla dkk pun bangkit dari posisi duduknya dan langsung meninggalkan area kantin
"Iya, hati hati!" ucap Aron, Farel, Brian dan Alvaro bersama.