Chap 9

996 Words
"Kebanyakan bacot dah tuh anak, untung ganteng." ucap Keyla sambil mengunyah permen karet yang baru saja dia ambil dari sakunya. "Yee lo mah. Kalo ganteng aja demen lo, haha." ucap Fara dengan menyenggol pelan bahu kiri Keyla. "Tapi emang ganteng kok. Iya nggak sih?" sahut Aira. Dia masih saja terbayang bayang akan wajah tampan Alvaro dkk. "Iya juga sih." balas Lala. "Far, gue nebeng sama lo ya." ucap Keyla. "Oke. Lagian lo kenapa nggak bawa mobil sendiri?" tanya Fara. "Lagi males aja. Besok gue bawa mobil sendiri." ucap keyla, Fara hanya menganguk anggukkan kepalanya. Mereka pun menuju area tempat parkir khusus yang tidak sembarang orang mengetahuinya. *** "Makasih ya Far." ucap Keyla setelah turun dari mobil Fara. "Oke, gue cabut dulu ya." ucap Fara dari dalam mobil dengan kaca yang masih terbuka setengah. "Nggak mau mampir dulu?" "Kayaknya enggak dulu deh. Gue masih ada urusan penting nih. Soalnya si kitty belum gue kasih makan, hehe." ucap Fara dengan cengirannya. Soal si kitty, itu adalah kucing hewan peliharaannya Fara. Fara dari dulu memang suka sama yang namanya kucing, katanya sih imut imut gitu. "Oh, iya deh. Cepet sono pulang. Ntar kucing lo sekarat kelaperan kalo nggak buruan di kasih makan." "Mulut lo belum pernah gue tabok ya key. Ngomong sembarangan aja lo." ucap Fara dengan memicingkan kedua matanya. "Hehehe, udah gih sana pulang." "Lah gue diusir. Yaudah deh gue pulang dulu ya." "Iya. Hati hati." "Oke Keyla. Bye.." ucap Fara sambil melambaikan tangannya. "Byee.." *** "Woi Keyla!" panggil Aron sambil menyampirkan handuk dipundaknya. Aron yang baru saja selesai mandi nampak lebih segar. "Watsup bang?" Keyla yang sedang menonton tv langsung menengok ke arah samping dimana Aron sedang berdiri. "Nggak papa, hehe." ucap Aron dengan watadosnya. "Ck, gaje lo." "Biarin. Oh iya, lo udah ada rencana buat bongkar identitas asli lo nggak?" tanya Aron yang langsung duduk disamping Keyla. "Baru juga dimulai main bongkar bongkar aja. Tunggu tanggal main nya aja bang." Keyla menjawab dengan santai nya sambil menganti nganti saluran tv dan berhenti ketika menemukan film aksi kesukaan nya. "Oke. Tapi lo nggak capek apa, setiap hari mau berangkat sekolah harus pakai rambut palsu, kacamata, terus pakai bedak warna gelap kayak gembel." "Nggak tuh. Eh, bentar deh. Temen temen lo belum tau kan kalo gue sama temen temen gue nyamar jadi nerd?" tanya Keyla was was. "Santai aja, mereka belum tau. Tapi lo juga harus hati hati, kayaknya mereka udah pada mulai curiga sama lo. Kalau misal nih ya, mereka tau identitas asli lo gimana?" tanya Aron. "Asal mereka bisa jaga mulut, nggak papa sih." "Oo, tapi temen gue nggak ada yang ember tuh." ucap Aron dengan wajah sok polosnya membuat Keyla ingin mengeplaknya sekarang juga. Tapi mengingat Aron adalah kakak kandungnya, jadi Keyla urungkan niatannya itu. "Bodo amat. Udahlah gue mau kekamar dulu." ucap Keyla sambil bangkit dari sofa. "Yah ditinggalin gue. Tau ah, mending gue nonton tipi." Aron memilih untuk tetap melanjutkan aktivitasnya untuk menonton tv, dimana seorang jagoan wanita serta teman temannya sedang dikejar oleh segerombolan zombie. Wanita yang bernama Alice itu tampak melesatkan beberapa tembakan yang keluar dari senjata pistolnya.  "Ayo hajar! Tembak terus! Jangan kasih kendor! Matiin! Bunuh! Cincang! Musnahkan si zombiii!!" Teriakan Aron seketika mengemparkan seisi rumah. Keyla yang mendengarnya langsung saja menghampiri Aron yang sedang duduk dengan memangku bantal kotak nya. "Berisik woi! Kayak nggak pernah nonton tipi aja lo. Tuli nih kuping gue kalo lo teriak teriak mulu, elah." ucap Keyla sambil memukul pundak aron. "Si Alice nih keren gila. Gue ngefans banget sama dia. Lo emang nggak salah pilih film." ucap Aron yang sama sekali tidak mengalihkan pandangannya dari tv. "Lah, baru nyadar lo. Gue aja udah ngefans sama dia dari jaman orok bang." ucap Keyla. "Kalo drakor masih suka lo?" Tanya Aron sambil menatap Keyla. "Drakor mah selalu di hati. Uhuyyyy!! Ahahahaha!!" girang Keyla. "Stres nih bocah, ketawa sendiri." cibir Aron. "Suka suka gue dong, wlee." Keyla menjulurkan lidahnya dengan tatapan mengejek Aron. "Awas ya lo, sini." ucap Aron yang sudah bangun dari tempat duduknya dan mengejar Keyla. "Wlee sini sini kejar, hahah." "Keyla jangan lari! Gue gelitikin sampai nangis lo." Aron terkekeh sambil terus mengejar Keyla. Dan terjadilah aksi kejar kejaran antara kakak adik di dalam rumah yang cukup luas. "Nah ketangkep juga lo." "Hahah ampun bang." Aron yang saat itu tengah lengah membuat Keyla mempunyai kesempatan untuk meloloskan diri. Namun saat asik berlari Keyla terjatuh dan kepalanya terbentur keras di anak tangga yang kebetulan berada tepat di depan Keyla. DUG "Keyla!!" Teriak Aron. Tak perlu babibu lagi, Aron berlari menghampiri Keyla yang masih tertunduk di lantai sambil memegangi kepalanya. "Aduh kepala gue bocor." ucap Keyla pelan "Mana yang sakit? Bilang sama guu." Ucap Aron yang merasa sangat khawatir dengan keadaan Keyla. "Ini, ini sama ini." ucap Keyla dengan menunjukkan lutut, siku dan kepalanya. Ucap Keyla yang terakhir membuat Aron kaget karena melihat darah yang berada di kepala Keyla. Aron pun langsung memeluk Keyla dengan erat. Aron sangat menyayangi adik semata wayangnya ini, Aron tak akan membiarkan hal yang buruk terjadi pada adiknya. "Maaf Key, lo sih nggak hati hati." Aron kembali mempererat pelukannya. "Keyla nggak papa kok bang. Lecet dikit doang." ucap Keyla. "Nggak papa nggak papa, lihat nih kepala lo ada darahnya. Pusing nggak?" tanya Aron. "Iya sih, hehe." Aron tak habis pikir dengan Keyla yang masih sempet sempet nya bercanda saat kondisinya sedang sakit. Tapi itulah Keyla. Aron pun menggendong Keyla menuju kamar Keyla yang bersebelahan dengan kamarnya. Agar orang bisa lebih mudah membedakan kamar Aron dan Keyla, mereka hanya melihat warna pintu kamarnya saja. Kalau pintu kamarnya berwarna hitam, maka itu kamar Aron. Sedangkan pintu berwarna putih, itu kamar Keyla. "Istirahat dulu ya. Mau sekalian dibantuin ngebersihin darahnya?" tanya Aron "Nggak usah bang. Keyla bisa sendiri kok. Udah sana, abang juga istirahat." "Nggak papa beneran? Kepalanya kebentur keras loh." "Ish, dibilangin nggak papa kok." "Yaudah abang keluar dulu. Istirahat Key." ucap Aron "Oke bang." Keyla pun membersihkan darah yang ada dikepalanya menggunakan kapas. Dan setelah dirasa sudah, Keyla langsung beranjak tidur. 
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD