Malam telah berganti pagi, sinar matahari pagi mulai terbit dari ufuk timur, cahaya nya tanpa sengaja telah masuk melalui celah jendela kamar milik seorang gadis cantik yang nampak masih terlelap menjadi terusik karena silaunya matahari. Gadis itu mengerjap ngerjapkan matanya untuk menyesuaikan cahaya yang masuk ke retinanya.
"Hoam...udah pagi aja."
Keyla menyibak selimutnya dan langsung beranjak dari tempat tidurnya menuju kamar mandi yang terletak di dalam kamarnya untuk melaksanakan ritual paginya. 30 menit berlalu, Keyla sudah selesai mandi dan lengkap dengan seragam sekolah, serta riasan ala nerd yang ada diwajahnya.
Keyla bergegas mengenakan kacamata lalu mengendong tasnya menuju kebawah menemui Aron. Untuk kedua orang tua Keyla, mereka sedang pergi ke luar negri untuk mengurus pekerjaan mereka yang sangat penting.
"Pagi bang!" toa Keyla sambil memeluk Aron sekilas.
"Pagi My Queen." ucap Aron dengan membalas pelukan Keyla.
"Mau roti?" tawar Aron kepada Keyla.
"Mauuu!" ucap Keyla semangat.
"Kalo nggak ada mommy sama daddy rumah jadi sepi deh. Bibi juga lagi cuti. Serasa kuburan nih rumah." gerutu Keyla sambil duduk di kursi meja makan dengan wajah tertekuk.
"Namanya juga kerja, Key. Kayak kurbel aja lo." ucap Aron sambil mengoleskan roti dengan selai coklat.
"Nih rotinya."
"Makaseh abang kuh." ucap Keyla yang terdengar alay di telinga Aron.
"Alay lo." ucap Aron.
Keyla langsung saja melahap rotinya dengan antusias. Biar bagaimana pun, Keyla sangat menyukai roti selai coklat.
"Udah baikan kepala lo?" tanya Aron.
"Masih nyut nyutan dikit." balas Keyla dengan mulut yang penuh dengan roti.
"Masih untung jidat lo nggak benjol. ya nggak key? nggak kebayang deh hahaha, uhuk uhuk."
"Mampos! makanya kalo makan jangan kebanyakan bacot! Keselek kan lo. Azab itu pedih bang, haha." ucap Keyla sambil tertawa tawa.
"Bukannya dikasih minum malah diketawain, dasar adek laknat." ucap Aron setelah meminum airnya untuk menghilangkan rasa yang mengganjal di tenggorokannya.
Keyla hanya cengengesan menanggapinya. Setelah acara makan selesai, Keyla langsung beranjak dari tempat duduknya.
"Bang gue berangkat dulu."
"Iya, naik angkot lagi?"
"Nggak. Hari ini dan seterusnya gue bakal bawa mobil sendiri."
"Bagus deh. Nggak tega juga gue lihat lo naik angkot yang super sumpek."
"Iya deh. Lo nggak ikut berangkat."
"Ntar aja gue."
"Em..gue juga ntar aja deh kalo gitu." ucap Keyla.
"Lah nih bocah."
Keyla pun kembali duduk di sebelah Aron sambil memainkan ponselnya. Aron hanya mengeleng gelengkan kepalanya melihat tingkah Keyla yang tidak berubah sama sekali dari dulu.
Detik berganti menit, menit berganti jam. Jam terus berputar hingga menunjukkan pukul 07.30. Aron dan Keyla masih saja asik dengan hp nya masing masing.
Aron yang baru saja memenangkan sebuah game tersenyum puas dan menengok ke arah jam. Betapa tidak terkejutnya dia.
"Key, udah jam setengah delapan nih. Yok berangkat." ajak Aron beranjak berdiri sambil menyelempangkan tas nya ke atas bahu.
"Yah, cepet amat. Yaudah yok."
Mereka pun berjalan menuju mobilnya masing masing yang sudah siap berjejer rapi di halaman rumah.
"Bang, balapan yuk. Siapa yang nyampek dulu di sekolah dia yang menang." ajak Keyla.
"Ayok! Siapa takut."
Keyla dan Aron kemudian bergegas masuk kedalam mobilnya masing masing.
"Oke bang, gue hitunga dari satu!" teriak Keyla dari dalam mobil dengan kaca yang masih terbuka.
Deruan mobil Aron dan Keyla mulai bersaut sautan.
BRM..BRM..BRM..
"Dua!"
"Tigaa!!"
Mobil mereka pun melesat dengan kencang meninggalkan halaman rumah, pasir pasir mulai berterbangan hingga membentuk kepulan asap yang dapat membuat orang disekitar terbatuk batuk karenanya.
Mobil mereka terus berjalan menembus jalan hingga sampai di area parkir sekolah yang sudah mulai sepi. Decitan mobil pun kian mulai terdengar dan tak lama sorakan gembira mulai terdengar di area parkir yang nampak sudah sepi itu.
"Wooo!! Yes!!"
"Gimana sih bang, masa kalah sama gue, haha." ledek Keyla.
Keyla sudah sampai terlebih dahulu di area sekolah, dan itu berarti Keyla lah yang memenangkan balapan iseng kali ini.
"Ya gue sih ngalah aja biar lo seneng." ucap Aron yang tak mau kalah.
"Pret." sahut Keyla.
"Hehe, dah yuk masuk." ajak Aron.
Keyla dan Aron mulai masuk ke dalam sekolah. Koridor nampak sepi, tak ada murid yang berlalu lalang karena jam pelajaran sudah dimulai sejak dari tadi.
"Kalian berdua kesini, sekarang!!"
Aron dan Keyla saling berpandangan, mereka menoleh kebelakang dengan perlahan dan yap. Guru pengawas dan hukuman sudah siap menanti mereka.
"Hukuman lagi bang? Bosen." bisik Keyla.
"Gue juga udah bosen kali, Key." ucap Aron yang tak kalah pelannya dengan Keyla.