Tama sangat memahami apa yang menjadi ketakutan mantan adik iparnya tersebut. Ia tidak akan memaksa Caca untuk memberi tahu keberadaan Kai kepada keluarganya. Dirinya hanya ingin membantu Caca untuk mengasuh Kai bersama-sama. Oleh karena itu, ia pun mengembalikan semua keputusan ke perempuan cantik itu. Sebagai seorang kakak, tentu Tama hanya bisa mendukungnya. Jika dirinya boleh jujur, saat ini ia ingin menghajar adik semata wayangnya. Lagi-lagi emosinya kembali naik ke permukaan ketika ia mengingat cerita mamanya waktu itu. Sekarang Tama memiliki tanggung jawab penuh terhadap kehidupan Kai. Bukan hanya materi saja, tentunya juga kebahagiaan batin bocah laki-laki tersebut. Sebenarnya semua yang Tama lakukan merupakan kewajiban Andra. Namun, Tama merasa jika adiknya memang masih belum

