Caca sudah mendapatkan semua rencana dari mantan kakak iparnya tersebut. Pria itu juga menyampaikan semuanya tanpa ada yang ditutup-tutupi. Ia tidak ingin Caca akan kebingungan untuk mencari tempat tinggal. Mengingat keberangkatan wanita itu sangatlah mendadak, tentu tidak ada persiapan apa pun. “Mas Tama nggak perlu beli rumah segala, Caca udah ada rumah yang dulu Caca beli sebelum berangkat ke sini,” jawab Caca dengan tidak enak. Perempuan itu merasa sungkan dengan kebaikan Tama yang menurutnya kali ini sangatlah berlebihan. Sebenarnya ia bisa tinggal sementara di apartemen atau rumah kontrakan sambil mengamati situasi. Namun, bukan Tama namanya jika pria itu mau menuruti perkataan Caca begitu saja. Meskipun Caca keberatan dengan apa yang dilakukan oleh Tama, tetap tidak membuat le

