Setelah mengambil alih tugas Sandi, Luna langsung memegang lengan Andra seperti hendak memapah pria itu. Namun, dengan sigap Andra langsung menolaknya dengan menggunakan gerakan tangannya. Lelaki itu masih cukup waras untuk tidak memperkeruh keadaan di dalam perusahaan. Andra lebih memilih Luna untuk mengantarkan dirinya pulang bukan karena apa, tetapi CEO itu tidak ingin mengganggu pekerjaan Sandi. Dia tahu untuk menggantikan tugasnya tentu tidaklah mudah. Oleh karena itu, ia pun tidak ingin mengganggu asistennya karena ada beberapa berkas yang telah menunggu untuk diselesaikan. “Aku masih bisa jalan dengan baik,” ucap Andra sambil memberikan tatapan tajam tepat ke manik mata Luna. “Tapi kamu kan sakit, Dra,” jawab Luna mencoba memberi pengertian pada laki-laki yang berjalan di samp

