Pertanyaan dari Tia sering terngiang-ngiang di telinganya. Namun, Caca berusaha keras untuk mengusirnya. Menurutnya, pemikiran Tia sudah sangat tidak waras. Bagaimana bisa ia menjalin hubungan dengan mantan kakak iparnya sendiri. Sebenarnya dia sendiri ingin pergi sejauh mungkin dari orang-orang yang ada hubungannya dengan masa lalunya yang sangat menyakitinya. “Dasar gelo …!” gerutu Caca. Ya … sejak malam itu suara Tia yang sedang mengajukan pertanyaan itu terus terdengar di dalam telinganya. Entah itu sebuah sugesti atau sebuah perasaan Caca saja. Namun, yang jelas ucapan Tia masih melekat di dalam kepalanya. Keesokan harinya, tepatnya pagi-pagi sekali, Caca berangkat ke rumah sakit Angkasa. Ia ingin melihat kondisi papanya. Setelah keluar dari kediaman Tama, ia pun langsung menele

