Tama mengerti dengan keinginan Caca yang memang masih ingin melepas rindu bersama dengan sahabat baiknya. Sudah kurang lebih lima tahun, wanita itu meninggalkan kehidupan nyamannya untuk menyembuhkan lukanya. Akhirnya pria itu pun mengijinkan Caca pulang dengan diantar oleh Tia. Lagi-lagi pria itu hanya bisa mengingatkan Caca kembali agar selalu waspada dengan kemungkinan yang bisa saja terjadi. “Baiklah, tapi kamu harus tetap waspada. Kasihan Kai kalau nanti terjadi apa-apa,” ucap Tama memperingatkan. Pria itu memang sangat khawatir dengan sang keponakan. Ia tidak ingin Kai akan mengalami kejadian yang bisa membuat bocah itu ketakutan. “Makasih banyak, Mas. Caca juga nggak akan lama lagi, kok,” jawab Caca dengan wajah yang sudah terlihat tersenyum senang. Wanita itu merasa seper

