EMPAT PULUH DELAPAN

888 Words

"Arslan." Aretha berteriak lantang. Aretha langsung menghampiri Arslan yang tergeletak di jalanan. Darah terus keluar dari kepala Arslan. "David kau." geram Aretha. _________________ "David apa kau gila hah. Kenapa kau mendorongnya?" Aretha semakin histeris. Tapi, David hanya menatap datar kearah anak laki-laki itu. 'Oh itu anak yang beberapa tahun lalu aku bicarakan bersama Albet. Arslan, anak itu bernama Arslan, nama yang cukup indah. Tapi, sayangnya dia anak haram Lucas.' batin David. "Dia sudah berani menghempaskan tangan ku dengan kasar." desis David. Saat ini raut wajah David berubah menyeramkan. "Kau sungguh tidak punya hati kepada anak kecil David." "Aku tidak menyukainya Aretha. Karena dia adalah anak haram." tepat setelah mengatakan itu tubuh Aretha menegang. Apa David sud

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD