6 jam kemudian. Aretha masih menunggu operasi Arslan selesai. Setelah suster mengatakan jika darah David dan Arslan cocok, dengan segera pihak rumah sakit melakukan operasi. Aretha hanya diam termenung menunggu ruangan didepannya terbuka. Hati kecilnya terus saja meneriaki nama Arslan dan senantiasa meramalkan doa-doa. David yang duduk tak jauh dari Aretha, hanya bisa menatap Aretha sendu tanpa bisa mengajak Aretha berbicara. Ini sungguh menyiksa untuk David, ini kali ke dua penyesalan merayapi hatinya. Betapa teganya dia mencelakai anak kandungnya sendiri. Benar-benar ayah yang buruk. "Terima kasih, kau sudah mau mendonorkan darah mu untuk anakku." tiba-tiba Aretha berucap membuat David tersadar dari lamunannya. "Dia juga anakku." "Gampangnya kau menganggap dia anakmu, setelah kau me

