Bian mendengar suara kenop pintu yang dibuka kemudian disusul suara derap langkah yang menuju ke arah ruang tengah atau mungkin ke arah pantry. "Kau ingin tempat tinggal sampai Ayah-mu menyerah?" ujarnya pada Fallen yang tengah sibuk dengan pikirannya. Oh, sebut saja ia gila karena memiliki pikiran ini. Bian hanya ... dia ingin tahu bagaimana reaksi Lera jika dia melihat seseorang yang saat ini menjadi suaminya tengah b******u dengan wanita lain. "Ya." jawab Fallen cepat. Bian menyeringai, "Maka kau harus melakukan apa yang aku suruh, kau mengerti?" "Apa?" Bian segera menarik Fallen yang semula duduk di seberang sofa ke arahnya kemudian mendudukkan gadis itu di atas pangkuannya. "Mendesah lah seolah-olah kau sedang orgasme." Fallen belum mencerna seutuhnya perkataan pria itu sampai

