"Bian b******k!" Umpatan yang sama kembali terdengar untuk yang ke 100 kali dalam satu jam ini. Seorang gadis tengah berjibaku dengan peralatan gali tanah. Setelah membuat lubang sedalam 10 centi meter, ia kemudian memasukkan sebuah kain berwarna putih ke dalam sana. "Aku benar-benar minta maaf karena tidak bisa melindungi kalian dari si b******k itu, hueee ...." isak tangis kembali terdengar, "aku harap kalian bisa tenang di dalam sana, ke tempat yang lebih baik." Ingatan 1 jam lalu kembali terlintas di kepala Lera. Bagaimana kejamnya Bian memotong 8 kukunya yang tersisa hingga pendek. "Nah, begini lebih rapi. Sekarang kerjamu akan lebih cepat dan leluasa saat menggosok kaca ataupun kloset," Bian mengambil lap pembersih kemudian ia genggamkan pada tangan Lera. "Gosok dengan kencang s

