Zara membuka matanya dan tatapannya langsung menyesuaikan dengan sinar putih yang menusuk ke retina matanya. Ia mengerjapkan matanya berkali-kali. Sampai ia merasa tangannya di genggam seseorang dengan begitu erat. Ia menolehkan kepalanya dan matanya langsung menangkap sosok yang terlelap dalam posisi duduk dengan tangan yang menggenggam erat tangannya. “Kak Alfa?” gumam Zara mengernyitkan dahinya hingga ingatannya kembali berputar ke kejadian terakhir. “Kau sudah terbangun?” pertanyaan itu membuat Zara menoleh ke arah kirinya, bersebrangan dengan keberadaan Alfa. “Kak Ali?” seru Zara. “Bagaimana keadaanmu?” tanya Ali. “Aku merasa lebih baik, hanya saja kak Rival“ ucapan Zara menggantung di udara. “Aku sudah mendengarnya,

