Raisha mengerjapkan matanya dan perlahan membuka matanya dengan kepala yang terasa berat. Ia menatap sekeliling ruangan dan seakan menyesuaikan keadaan sekitar. “Eumm,” gumamnya memegang kepalanya saat ia sadar tengah berada di rumah sakit. Seketika bayangan Raisha kembali pada kejadian beberapa waktu lalu. Dan ia langsung beranjak bangun hingga rasa pusing dan sakit di bagian perutnya menyerang. “Ah!” ia meringis kesakitan. “Raisha!” Revan bergegas menghampirinya dan memegang kedua lengan Raisha. Raisha mengangkat kepalanya dan melihat ke arah Revan. “Bagaimana dengan bayi kita?” tanya Raisha menatap manik mata Revan dengan tatapan cemas. “Kamu tenang dulu, kamu baru saja siuman. Kamu mau minum?” tanya Revan berusaha mengalihkan perhatian Raisha. Revan hendak mengambil air minum

