syarat yang diberikan Alex

1264 Words
" poinnya bukan itu saja, mas." Alex menggangguk." aku tahu bahkan aku tidak bisa menggambarkan rasa sakit mu, sebab itu mengapa aku tidak akan membela diri sedikit pun, aku hanya ingin kamu memberi waktu sebentar saja!" " Berapa lama?" Alex diam, ia terlihat berpikir. "Enam bulan!" " Terlalu lama, aku tidak akan sanggup menahan sakit lagi selama itu." "Empat bulan?" Naura menggeleng kepala. " Baiklah, dua bulan!" setelah dua bulan, aku tidak akan memaksa lagi, kamu boleh melakukan apa yang kamu inginkan. Sekali pun kamu ingin bercerai." ucap Alex melepaskan satu tangan nya dari Naura ia menunduk wajahnya dan pasrah. "Aku akan memikirkannya, karena kalau mengikuti hati, seluruh hatiku sudah berontak tak ingin lagi denganmu." " Baiklah!" ucap Alex kembali " Kalau aku tidak mau mengikuti syarat mu?" " Aku pastikan tidak akan ada perceraian." " Kamu sudah gila, mas!" Alex kembali memberi jarak, ia mundur dua langkah, " Silahkan dokumen milik mu ambil, Tapi dokumen kita tidak akan aku serahkan, setelah persyaratan tadi dilakukan." Naura menatap tajam, kemudian memutuskan pergi meninggalkan kamarnya, Alex mengikuti dan membuka kan pintu, ia hanya bisa melihat punggung Naura berlalu. Persyaratan tadi adalah satu-satunya cara untuk kembali menunjukkan segala perasaannya. Sesampai di dalam mobil, Naura memukul setir kemudi, ia menumpahkan kekesalannya. *** " Kamu dimana? aku ingin bertemu!" ucap Naura pada Gilang melalui telepon. " Aku masih di rumah sakit, bentar lagi pulang dinas" " Bisa ketemu sebentar?" " Oke! Aku kabari nanti setelah pulang, mau ketemu dimana?" " kafe dekat apartemen ku, aku malas bawa mobil." "Baiklah!" Gilang menutup teleponnya. Sekitar satu jam kemudian, ia mengabari sudah di kafe dimana Naura janjikan. Naura segera mengambil jaket, kemudian turun ke bawah. Ia berjalan dengan sedikit cepat. Tak ingin adik iparnya itu lama menunggu, entah kenapa beberapa waktu ini Naura merasa Gilang lah orang yang tepat untuk dia bercerita tentang masalah rumah tangganya. " Lama nunggu?" ucap Naura seraya menarik kursi dan duduk. " lima belas menit, Ku kira kamu sampai lebih dulu!" " Maaf, aku baru selesai mandi." " Ada apa mengajakku bertemu?" " Tidak apa-apa, aku hanya butuh teman bicara." Gilang mengangguk, ia bisa membaca apa yang terjadi pada kakak iparnya itu. " Pesan makanan dulu," ucap Naura " Sudah, kamu luka aku akan menunggumu." "Ada apa? apa yang kamu rasakan?" Naura menghela nafas panjang, awalnya ragu, kemudian ia menceritakan dari awal tentang apa yang Alex utarakan padanya. Gilang menyimak setiap kata yang Naura bicarakan, sesekali kakak iparnya itu terlihat hampir menangis, tapi Naura sekuat tenaga agar terlihat tegar. " Kalau mau nangis, nangis aja jangan ditahan." " nggak! kamu pikir aku selemah itu, aku ngak akan nangisin kakak kamu." ucap Naura sambil menerima tisu yang Gilang sodorkan dan menyeka air matanya. Gilang tertawa kecil. " kamu menertawai ku?" " Maaf.. kamu lucu nangis sambil ngomong." Tak berapa lama makanan datang, Gilang tak langsung menyantapnya, ia memilih sampai Naura menghentikan tangisannya. " Menurutmu bagaimana setelah semua yang terjadi dan apa yang kakakmu syaratkan." "Alex bukan orang yang menyenangkan, dia terkadang flat dan tidak peka" " Memang!" " Tapi setahuku dia bukan orang jahat, perasaannya pun ku rasa tidak main-main, tapi semua kembali pada hatimu," lanjut Gilang. " Kalau dia tidak jahat, kenapa hubungan kalian begitu dingin?" " Itu karena masalah internal aku dan Alex tidak akan menceritakan pada siapa pun." jawab Gilang. " Tapi aku istri kakakmu, aku ber hak tahu!" Gilang tersenyum kecil seraya menyeruput minumannya. " Tidak ada hubungannya denganmu jadi kamu tak perlu tahu." Naura kecewa dengan jawaban Gilang, setelah itu mereka kembali mengobrol banyak hal, setelah sekian lama Naura baru menyadari bahwa Gilang adalah teman bicara yang menyenangkan. Hingga tak terasa makanan sudah lama habis dan hari sudah gelap. " Kamu pulang, deh.. lelah pasti kamu habis dinas disuruh kesini." Gilang mengangguk, "Sekali lagi kamu harus memantapkan hati, pilihan ada padamu, setiap langkah yang kamu ambil pasti ada resikonya, pesan ku cuma satu tetaplah menjadi wanita yang kuat." " Makasih banyak!" Setelah membayar makanan, mereka keluar dari kafe, hujan turun deras. " Tunggu saja sebentar lagi." " Tidak bisa aku harus pulang sekarang, banyak pekerjaan kantor yang harus ku siapkan." ucap Naura. " Sebentar!" ucap Gilang seraya pergi ke minimarket dan membeli payung. " kenapa kamu tidak pakai mobil?" tanya Naura. "Sudah seminggu seminggu ini aku pakai kendaraan umum, mobil sedang butuh perawatan. Aku antar ke sana ya, sekalian aku ke halte." "Baiklah " Mereka pun berjalan dalam satu payung, orang pasti mengira mereka sepasang kekasih. "Aku mau nanya, kamu kan punya perusahaan." " Nanya apa?" " kalau karyawanmu telat masuk ke kantor perlu di testpack ngak? Gilang berusaha menghilangkan rasa canggung. "Pertanyaan apa itu? perlu! sekalian USG!" Naura dan Gilang pun tertawa. *** . . " Aku menerima persyaratan mu , tapi aku mohon, setelah dua bulan kita harus benar-benar berpisah jangan dipersulit lagi." Alex mengangguk." kita harus kembali satu rumah." "Tapi aku tidak mau satu ranjang denganmu." " Iya" jawab Alex berat. Tapi cukup melegakan hatinya karena Naura mau menerima persyaratan itu. Dua bulan akan dia manfaatkan untuk kembali membawa istrinya ke dalam rengkuhannya, ia tak ingin kehilangan kesempatan. " Aku bantu bawa barang-barang mu dari apartemen ya?" " Tidak usah! Barang ku cuma dikit " jawab Naura ketus. Malam harinya Naura pun kembali ke rumah Alex. Suaminya itu menyambut dengan senang bahkan ia memasak makanan spesial. Tapi Naura sama sekali tidak menyicipi makanan buatan Alex karena sangat lelah dan mengantuk. Ketika pagi menjelang, mereka sarapan bersama. " Kita ke kantor bareng, ya!" " Aku bawa mobil sendiri saja." "Ayolah!" " Tidak! dan ingat, di kantor kita adalah rekan kerja." ucap Naura dan kemudian berlalu keluar dan melajukan kendaraannya menuju kantor. Sesampainya di kantor, Naura mendapati setangkai bunga mawar merah di mejanya dan sepucuk surat. [ Bunga mawar merah cantik, untuk istriku yang cantik. Maafkan aku, ya.. aku akan berusaha mengembalikan cintamu.] Naura kembali meletakkan bunga itu dan tak peduli, meski ini hal yang pertama kali dilakukan Alex padanya, Ia sama sekali tak tersentuh, hatinya sudah membeku. Tak lama setelahnya, Alex pun datang. " Suka bunganya?" " kamu tak perlu repot-repot begini." "Aku melakukannya dengan senang hati " jawab Alex. Tapi Naura tidak menggubris nya. Seperti biasa, pekerjaan selalu menyita waktu, tak terasa waktu menunjukkan pukul dua belas. Naura terlihat sangat fokus, hingga akhirnya ponselnya berdenting dan membuyarkan pekerjaannya. [ aku mau bertanya padamu] Alex mengirimkan pesan [ apa? bisa ngomong langsung kan?] [ Tapi ngak jadi, karena aku sudah menemukan jawabannya] [ apa sih? ngak jelas banget!] [ jawabannya itu kamu, jawaban dari segala doa-doa ku] [ sumpah ngak jelas] balas Naura. [ oh.. iya kenapa sejak tadi charger HP ku ngak penuh, ya? ] [ tidak tahu, rusak kali] [ yang penuh malah cintaku padamu] Naura menjadi takut sendiri melihat tingkah Alex , suaminya itu seperti bukan orang yang ia kenal. " Dapat gombalan dari mana? Internet ya.. kuno benget, ucap Naura ketika Alex mendekati mejanya. " Aku hanya berusaha." " yang kreatif dikit!" " Aku gak pinter menggombal, ngak pandai berkata-kata juga." " Tak perlu memaksa, aku juga tak butuh kata-kata seperti itu, seraya berlalu meninggalkan Alex, dan pergi ke meja Alya untuk memberikan berkas kepada Alya. " Aku rasa kamu membuat laporan sedang mengantuk, banyak data yang salah, perbaiki semuanya saya tunggu hari ini juga!" Alya hanya mengangguk, ia sama sekali tak menjawab. jujur saja Naura semakin kesal dengan sikap diam Alya, sama sekali tak menggubrisnya. " Kamu dengar ngak?" " Iya Bu, jawabnya pelan sambil mengangguk. Naura termangu, kenapa panggilan itu begitu menyedihkan, apakah hubungan mereka yang begitu dekat telah sirna. " Baiklah" ucap Naura, kemudian ia pun pergi meninggalkan meja Alya, menuju ke kantin sendirian.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD