Bau Aroma Bercinta

1214 Words

"A ... dasar Daddy licik. Bisa-bisanya menipuku!" seru Deavenny mengumpati orang tuanya yang sudah hilang tertutup kayu kokoh bercat putih. Ia melempar bantal yang ada di sofa ke arah pintu. Tubuh kurus itu sengaja dihempaskan secara kasar ke ranjang hingga memantul. Tangannya memukuli kepalanya sendiri. "Bodohnya aku langsung percaya dengan Daddy." Rambutnya diacak-acak sendiri akibat frustasi dan menyesal sudah mengatakan perbuatan yang dilakukannya bersama Marvel. Namun seketika ia tersenyum. Deavenny jarang sekali sedih lebih dari satu hari, bahkan cenderung lebih sering kembali ceria dalam hitungan menit. "Setidaknya, Marvel tak akan dihukum." Deavenny berdiri dan menghidupkan kembali musik rocknya. Ia melanjutkan berjoget di atas ranjang. Hatinya saat ini sedang bahagia, tentu saj

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD