"Mudah, aku akan mengaturnya." Marvel berpamitan untuk keluar sebentar, berganti dengan bodyguard Deavenny yang menjaga di dalam. Pria jangkung itu menelepon Daddy George. Mengganggu acara kedua orang tuanya yang tengah mendaki hingga kepucuk nirwana kenikmatan yang tiada tandingannya. "Apa?" Baritone itu terdengar sedikit serak dan ada desahan samar. Daddy George mengangkat telepon anaknya tanpa menghentikan hentakan pinggulnya yang tak sekuat saat dia masih muda. "Aku butuh bantuanmu, Dad." "Cepat katakan, sebelum pistolku mengerut!" "Tolong kau telepon uncle Davis, katakan padanya jika Deavenny tidur di mansionmu." "Memangnya Deavenny ke mana?" "Di rumah sakit." "What?" Daddy George yang terkejut membuat senjatanya menjadi loyo. "s**t!" umpatnya yang menjadi kehilangan selera be

