Cinta tidak akan pernah salah. Cinta tidak mengenal batas. Untuk cinta yang bertepuk sebelah tangan sekalipun. *** "Yakin kita mau pulang?" Maya dan Arwanda mengangguk serempak. "Nggak mau cari tau dulu, apa yang terjadi enam tahun belakangan ini kepada Bianca?" mereka mengangguk. "Serius? Nggak akan nyesal?" Maya dan Arwanda menatap Jack kesal. Sedari tadi pria itu selalu mengajukan pertanyaan yang sama. "Diam kau Jack.." ucap Maya kesal. Jack menggaruk tengkuknya yang tak gatal. "Ya tap_ "Tapi apa, hhm? Kau mau bilang seharusnya Arwanda tidak boleh menyerah? Seharusnya aku mengundang Bianca untuk ngobrol, heum? " tanya Maya sinis. "Aku jadi heran, sebenarnya kau berpihak kepada kami atau dia sih?" Arwanda hanya diam menatap dan mendengar pertengkaran sepasang kekasih itu. Mer

