Nadi terdiam cukup lama, merasa aneh dengan pertanyaan Zillo yang sulit dia cerna. Sebenarnya pertanyaan Zillo sederhana, hanya saja Nadi tidak mengerti, sungguh tidak mengerti maksud Zillo menanyakan semua itu. Kenapa Zillo harus pusing mengenai hal itu? Bukankah seharusnya dia senang Nadi tidak mengganggunya seperti biasa? Meski alasannya karena luka yang Nadi punya, dan mungkin saja semua itu bersifat sementara. “Itu... Apa Kakak baik kayak gini karena luka ini? Karena Nadi terluka? Gitu?” “Hah?” Zillo mengernyit. “Ini alasan Nadi ngindarin Kak Ill, Nadi nggak mau Kakak baik sama Nadi karena merasa kasihan, Nadi nggak butuh perasaaan kayak gitu. Nadi nggak mau dikasihani.” Nadi bicara dengan pandangan tertunduk. Ekspresi wajah Zillo berubah-ubah saat mendengar penjelasan gadis di ha

