21

1008 Words

Fattah tidak bisa berhenti memikirkan ucapan sang ayah, sederet kalimat singkat tetapi melekat itu, cukup membayangi kekeruhan batin yang mengikis ketenangan akhir-akhir ini. Fattah menatap langit, merasakan kegelapan malam nan pekat tanpa penerangan dari benda langit yang biasa mengintip di langit malam. Diembuskan napas sekeras mungkin, hingga terdengar di telinga. Ia bertanya-tanya mengapa baru sekarang ia sibuk berusaha merampas hati Syakira yang entah mungkin sudah mati? Mengapa tidak sedari dulu saja ia berusaha memperbaiki hubungan dengan perempuan yang terduga adalah anak dari laki-laki pembunuh ibunya? Segudang sesal berkerumun, mengoyak inti jiwa. Entah mengapa Tuhan sangat tidak adil meletakkan musibah ini padanya, hingga kemelut hati yang tak berkesudahan itu pada akhirnya m

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD