kandasnya cita cita

4305 Words
"Hebat ya kamu dik, masih muda anak nya udah besar, aku makin cinta dan sayang sama kamu" kata Evan. Kami hanya melakukan ciuman bibir sebelum kita tidur. Tidak bisa melakukan hubungan s*x karena kondisi dan keadaan. Kami bersikap wajar wajar saja layaknya berteman. Suatu hari sebelum aku kembali ke kota Mawar dan kedua orangtuanya datang ke rumah. Untuk menjemput Gadis dan berkunjung ke rumah besan. Kedua orangtuaku dan orangtuanya Mawar bertemu lalu berdiskusi untuk menyatukan kami kembali agar kami menikah lagi. "Nggak bisa pak, aku belum siap untuk nikah lagi, dan belum siap untuk rujuk karena aku masih kuliah, aku di kota udah nggak kerja lagi karena mau fokus kuliah" kata aku. "Aku juga nggak bisa" jawab Mawar. "Aku juga kan baru masuk kuliah pak/bu, apalagi aku kuliah ambil akademi kebidanan dan kebanyakan di asrama sekarang" kata Mawar. "Iya pak, bu kita sama sama punya cita cita jadi kita punya prinsip untuk tidak menikah dulu" Kataku. "Tapi kasihan anak kalian" Jawab ibuku. "Sudah sudah...kan kita yang ngurus cucu kita, kita juga masih kuat dan sanggup ngurus nya, biarkan lah anak anak kita mengejar cita cita nya yg sempat tertunda dulu" kata ibu nya Mawar. Kami semua sepakat dan tidak ada salah paham lagi. Sebelum aku dan kak Evan balik ke kota aku ajak Gadisku jalan jalan bersama. Pergi ke tempat hiburan dan makan makanan enak. Gadis sangat bahagia bersama papa juga om Evan. "Pa, Gadis ingin ikut papa ke kota" Kata Gadis. "Neng harus sekolah disini, nanti papa sama om Evan akan sering pulang nengok eneng" Kata ku membujuk anak Gadisku. "Janji ya pa, sering pulang sama om Evan!" Kata Gadis. "Iya neng, papa janji" Kataku Saat kami akan kembali ke kota. Saatnya aku dan kak Evan melakukan perjalanan jauh naik motor berboncengan. Pagi pagi kami berangkat. Waktu itu masih dalam musim hujan. Dalam perjalanan aku mengambil jalan pintas melalui daerah persawahan jauh dari jalan raya dan perkampungan. Karena lebih menghemat waktu dan tenaga. Cuaca mulai kelihatan mendung dan akan turun hujan. "Kak, mau hujan nih? " Kata ku. "Lanjut aja dik" Kata kak Evan. "Ok" Aku tetap melajukan kendaraan. Dari kejauhan hujan sudah mulai turun. "Kak di depan sudah hujan, gimana nih?" Kataku. "Lanjut sambil cari tempat berteduh" Kata kak Evan. Tiba tiba hujan lebih cepat datangnya. Kami pun belum menemukan tempat untuk berteduh. Terpaksa kami nekat menembus derasnya hujan. Pakaian kami sudah basah kuyub nekat menerjang derasnya hujan. Akhirnya ada sebuah gubuk di pinggir jalan. Aku menghentikan kendaran dan berteduh disana. "Dingin kak, berteduh dulu ya! " Kataku. "Iya dik" Kata kak evan melepas jaket, kaosnya dan celananya. Diperas dan di angin anginkan. Hanya mengenakan celana kolor basah dan menjiplak bentuk kontolnya. Aku pun juga melakukan hal yang sama. "Kakak sexy deh" Bujuk rayuku pada kak Evan. " Kamu juga beib" Kata kak Evan. Beruntung gubuk tempat kami berteduh jauh dari kampung dan jalan raya. Dan hujan semakin deras sehingga tidak akan ada orang lain yang melihat kami disini. Kami pun berciuman dan berpelukan. Hangat rasanya sehingga gairah nafsu kami bergelora. Karena sepi dan hujan semakin deras kami berani telanjang. Kami asyik berpelukan dan berciuman. Kak Evan lebih bernafsu dengan mencumbu tubuhku. Lalu mengemut kontolku dan nggak sabar kak Evan ingin mendudukiku. "Tunggu kak, aku ingin jilat dulu" Kataku. "Iya dik" Kata kak Evan turun dari gubuk lalu hujan hujanan. Dia nungging di belakang motor. "Kak? " Kataku heran. Tapi aku b*******h. Aku dekati kak Evan lalu ku remas remas pantatnya. Kusibak lalu ku jilati lobang anusnya. Derasnya hujan tak melunturkan gairah nafsuku dan nafsunya kak Evan. "Oughhhhhshhhshshhshshhshh.... Sedaaaaap, enak banget beiiiib" Desah kak Evan. Aku paling doyan menjilat lobang rasanya makin nikmat dengan suasana dalam guyuran air hujan. Kak Evan kelojotan dan mendesah tanpa berhenti. Saat nya kak Evan sudah tak tahan ingin di masukkin lobang nya. Dia bergeser ke samping motor, kakinya di angkat satu di atas jok. Perutnya di sandarkan di tangki motor. Sedikit menungging lobang pantatnya terbuka lebar. Aku mendekat ku arahkan kontolku masuk ke dalamnya. BLESSSSSSGGGGHHHHHHH "Aaaarrgghhhh yeeeees beib.... Enak" Erang kak Evan. Aku goyangkan p****t maju mundur hingga k****l berkecipak menerjang lobang. Tak kami hiraukan suara gemuruh geluduk dan petir berkilat Seperti lampu blitz kamera. Rasa nikmat ini tiada bandingannya. Sensasinya sungguh beda dan. .... "Oouuggh oouggh oouggh ooouggh oooouuuuggggggghhhhh ough ough ough ough ough ough ough aaaarrghhhhh sshshshshsh arrghhhh" Desah kami berdua. Bahkan kak Evan menengok ke belakang lalu kami saling berciuman dan p****t tetap bergoyang menyodok nyodokkan kontolnya. Motor kami menjadi saksi nikmat nya kami bercinta. Aku belum merasakan akan mencapai klimaks. Aku lepas kontolku, aku ganti standard motor sport itu dengan dua kaki. Agar tidak rubuh saat kami bercinta di atasnya . Aku menaiki motorku seperti sedang berkendara. "Sini kak! " Aku suruh kak Evan naik ke atas tangki motor dan menghadap kebelakang. Kami saling berhadapan paha dan kaki kak Evan diatas pahaku. Kak Evan ngangkang dan kontolku pun tepat di lobang anusnya. Tangan kak Evan berpegangan pada kedua stang motor dan punggungnya disandarkan di tangkinya. Kumasukkan kontolku ke dalam lobang. "Arghhhhh njiiir dik, enak banget" Kata kak Evan. Tanganku berpegangan dibagian dalam stang. Kumaju mundurkan p****t dan kontolku. Keluar masuk kedalam lobang a**s kak Evan, "ough ough ough ough ough ough ough.... Kak enak bangrt lobang kakak" Desahku. "Yeah yeah ough yeaaaghhh ya...terus Beib, enak banget beib" Kak Evan tidak kalah mendesah dengan nikmatnya. Kami berdua basah dengan guyuran hujan makin deras seperti kami sedang berhasrat menikmati bercinta. Aku cium bibir kak Evan. Di atas motor kami bercinta dengan nikmatnya. Aku menyukai posisi ini hingga lamanya kami mainkan. Hujan mulai reda hingga rintik rintik kecil membasahi. "Ough kak, aku mau keluaaaaaar" Desahku. "Ya. beib... Crot in di dalam saja" Kata kak Evan. "Ough kak..... " CROOOT CROOOOT CROOOOT Kontolku berkedut dan menyemburkan pejuh kedalam lobang a**s kak Evan. "Kak Evan lalu mengocok kontolnya hingga..... " Oughbbbbbbbbeib..... " CROTT CROOOOT CRTTTOOOOT.... Kak Evan mencapai klimaksnya dan kami saling berciuman. "I love you" Kata kak Evan. "I love you too" Balasku. Lalu Kami sudahi permainan karena hujan sudah reda. Setelah kami berpakaian kembali dengan baju basah yang kami pakai tadi. "Ayo beib...keburu sore ni...ayo jalan"kata kak Evan. "Sebenernya aku agak lemes dan lelah kak, kakak yang nyetir ya? kata aku. "Hmmmm kamu lelah dan lemes ya habis genjotin aku terus hahhahah?" kak Evan ngeledekin aku. "yaudah gpp deh biar kakak yang nyetir" Ucap kak Evan. Akhir nya yang tadi nya aku nyetir motor gantian kak Evan yang nyetir. aku peluk kak Evan dan ketiduran sampai akhirnya nyampe juga di kost an. "Hey beib...turun dong udah nyampe kost an kita" Sahut kak Evan. "Hmmm iya kak" kataku terbangun dari tidur. "Ya ampun kamu ketiduran di motor" Kata Evan "Hehehe" aku hanya tersenyum "Pantesan berat banget...untung aja kamu nggak jatuh" Kata kak Evan. "Nggak sengaja kak, habis ngantuk banget....hehhehe" jawab aku. Kami pun masuk ke kamar kost an setelah kak Evan markir motor di garasi. Nyampe kamar kost an kami berdua mandi bareng. aku godain kak Evan dengan mencumbu dan meremas remas pantatnya. "Udah beb aku capek banget ahhh....kamu enak tadi di jalan tidur...lha aku mana bisa tidur! " Kata kak Evan. "Iya dehhh....kakak sayang" Aku tahan nafsuku dan lanjut selesaikan mandinya. Setelah beres mandi tanpa memakai baju kak Evan tidur begitu aja. Melihat kak Evan tidur telanjang dan aku pun juga telanjang, gairah nafsuku datang lagi. aku jd h***y lagi tetapi kasihan kak Evan yang kecapekan. akhir aku pun tidur telanjang memeluk kak Evan. Tiba tiba kak Evan bangun ternyata udah agak siangan. "Duhhh hampir terlambat ke kantor ni, beib bangun kamu ke kampus nggak?" Kak Evan ngebangunin aku "Nanti aja kak, masih ngantuk" Kataku. "Hmmmn yaudah aku berangkat ya beib sayang" kak Evan pergi sambil cium kening aku yang masih tidur. "Hati hati kak Evan sayang" Jawab aku kembali tidur, mataku rasa nya males banget di buka. Hari demi hari, minggu demi minggu, bulan demi bulan terus kami lewati berdua hingga tak terasa hubungan kita sudah 3 tahun, kuliah aku pun masuk semester akhir. Tbungan kak Evan udah cukup untuk biaya hidup kami berdua diluar negri, dan juga untuk usaha disana juga. Kami akan merayakan hari jadian kami yang ke 3 tahun. Kak Evan ngajakin liburan dan merayakan nya di villa di puncak. "Aku mau nya kita bercinta outdoor lagi kak, di bawah hujan kaya kita dulu gubuk waktu itu. Nikkmat dan indah banget" kata aku sambil memeluk dan meremas p****t kak Evan yang semok itu . "Di puncak juga kita bisa bercinta outdoor kok beib, di taman belakang villa atau di kolam renang. Apalagi di puncak kan sering hujan. Kamu jangan khawatir pengalaman bercinta akan kamu nikmati, paling Indah, dan paling romantis kita bisa rayakan di sana. Saat merayakan hari jadi kita yang ke 3...maka nya kita besok pergi ke puncak ya" kata kak Evan. Malam nya kami tidak bercinta karena untuk kepuasan nanti aja saat di villa. Kami hanya ngobrol sampai malam tentang seks dan hubungan masa depan kami nanti di luar negeri. Padahal k****l kami sama sama ngaceng karena saling berpelukan. "Ini yang bikin aku kelojotan nikmat" kata kak Evan sambil mengelus ngelus k****l aku. "Hahhahha...." aku pun membalas tangan kak Evan yg nakal. Ku remas p****t nya dan memasukan jari telunjuk ku ke lobang p****t nya sambil berkata..." lobang ini juga yg bikin aku belingsatan ketagihan mulu hahhaha...." jawabku. Akhirnya kami tidur menahan gelora nafsu. Pagi menjelang dan kami bersemangat tidak sabar ingin segera ke villa puncak. Kami tetap mengendarai motor, berduaan lebih romantis dan asyik menikmati perjalanan. Uang tabungan tidak kami hambur hamburkan demi rencana indah yang kak Evan persiapkan beberapa bulan lagi akan menjadi kenyataan. Kuliahku pun sebentar lagi selesai dan setelah wisuda kami akan berangkat keluar negeri. Perjalanan menuju puncak tidaklah lama karena kami menikmatinya. Akhir nya kami sampai villa di puncak. "Gimana beib? " Kata kak Evan setelah kami masuk dan melihat situasi villa. "Wow, sungguh luar biasa kak, sesuai keinginan kita" Kataku. Aku langsung k halaman belakang untuk melihat lokasi pemandangannya. Sebuah halaman villa yang sangat romantis, pemandangan mengarah perbukitan dan lereng lereng perkebunan teh. Taman luas dengan dengan bangku dan tanaman bunga di sekelilingnya. Di tengah agak ke pinggir lereng bukit ada kolam renang berukuran sedang. Saat aku terpaku memandang keindahan ini tiba tiba kak Evan memelukku dari belakang. "Beib menyukainya?" Bisik kak Evan di telingaku. "Iya kak, terimakasih" Kataku. "I love you beib have anniversary ya" "I love you too". Ku genggam tangan kak Evan yang melingkar di pinggangku. Kak Evan mencumbu leherku, dan menggesek gesekan kontolnya ke pantatku. Tanganku merangkul ke belakang meremas remas rambutnya. Ku palingkan wajahku dan di kecuplah bibirku. Bibir kami saling mengatup dan melamut. Tangan kiri kak Evan meraba raba dadaku sedangkan Tangan kanannya meraba raba kontolku. Ku balas tangan kiriku meremas remas kontolnya yang sudah ngaceng di balik celana jeans nya. Lama kami lakukan adegan itu lalu kubalikkan badan. Kami berhadapan dan saling berciuman. Udara mulai berkabut walaupun saat itu siang hari. Hawa hingin mulai terasa tapi tak kami hiraukan. Karena hasrat kami makin membara membakar nafsu kami berdua. Kak Evan mulai melepas kancing kemejaku satu persatu dan lalu melepaskannya. Aku pun menarik lepas kaos nya. Berdua kami telanjang d**a dan terus berciuman dan berpelukan. Tangan kak Evan mulai meraba selangkanganku dan membuka kancing celanaku, begitu juga aku membuka kancing celananya. Kami pun melepaskan celana jeans masing masing dan kak Evan hanya mengenakan celana dalam dan aku mengenakan kolor pendek. Kak Evan berhenti mencium bibirku lalu menggandeng tanganku dan mengajakku berjalan mengelilingi kolam. Kami berdiri di pinggir kolam menghadap perbukitan. Lalu kami lanjutkan untuk berciuman. Kak Evan lalu menceburkan diri ke kolam. BYUUURR air bercipratan mengenai tubuhku. Dingin rasanya. "Kak Evan" Kataku manja. Kak Evan malah bercanda dengan menyipratkan banyak air ke arahku. Lalu dia mendekat mengulurkan tangan seolah ingin minta tolong untuk di tarik keluar kolam. Ternyata kak Evan menarik tubuhku dan.... "BYUUR" Aku terjatuh ke dalam kolam. "Hahaha" Tawa kak Evan bercanda. Lalu memelukku dan menciumku. Kami pun berciuman dengan penuh mesra. Teringat saat ingin bercinta di kolam renang rumah kak Evan yang keburu ketauan kedua orangtuanya. Baru sekarang angan angan itu terwujud di villa. Kak Evan melepas kan celana kolorku di dalam kolam lalu meremas dan mengocok nya. Tiba tiba kak Evan menyelam dan mengemut k****l di dalam air kolam. "Ough" Kurasakan sensasi emutan yang lembut dan enak. Tapi hanya sebentar saja. Mungkin kak Evan tidak bisa menahan nafas lama dalam air, Hanya beberapa detik saja. Nafsukub sudah tak terbendung lagi. Ku dorong kak Evan ke pinggir kolam. Ku angkat dan ku dudukkan tepian. Lalu ku mendekat ke pahanya dan ku emut kontolnya. "Ough beib..... Aaaaarrrrghhh" Desah kak Evan. Lama aku emut kontolnya bagian yang paling kusuka adalah menjilat duburnya. Kak Evan tidur dengan kaki ngangkang terangkat. Dubur indah kak Evan di depan mata. Langsung ku jilat dan ku masukan lidah kedalamnya serta ku sedot sedot hingga kak Evan kelojotan. "Ough ough ough sssshhhhhaaaarrrrghhhhh, enak beib" Desahan kak Evan makin membuatku makin b*******h. Lama ku mainkan lidah di dubur kak Evan hingga desahan kak Evan tak lagi jelas. "Ough beib dah nggak tahan, pengen di tembak beib" Desah kak Evan. Lalu aku keluar kolam dan kak Evan menggeser tubuhnya tidur di tepian kolam. Dengan terlentang dan kaki sudah ngangkang ke atas ku jilat sekali lagi dubur itu agar basah dengan air ludahku. Setelah itu kumasukkan kontolku. "OUUUUGHHHHH.... SSSSHHHHHAAAAARRRGHHHH" kontolku masuk tanpa halangan bersaman dengan desahan kak Evan. Ku genjot maju mundur kontolmu keluar masuk duburnya. "Ough ough ough... " Kak Evan menarik tubuhku dan aku pun jatuh dalam pelukannya. Kami berciuman bibir dan kontolku tetap menggenjot keluar masuk duburnya. "Hmmm....mmmmm.... mmmmmm" Desahan kami saat bibir kami saling mengatup dan melamut. Dengkul ku rasanya mati rasa karena kerasnya ubin keramik. Lalu ke tarik tubuhku dalam kak Evan masih merangkulku dan tubuhnya terangkat. Dia menduduki aku dengan k****l masih menghujam duburnya. Kak Evan lah sekarang yang memompa kontolku. Kak Evan bergoyang naik turun dan mengebor kan pantatnya di atas kontolku. "Ough kak, enak banget" "Ough yeah beib" Kata kak Evan menikmati banget goyangannya. Ku jilat p****g kak Evan dan mengenyotnya. Dia makin kelonjotan dan makin kencang menggoyang goyang pinggulnya. Di peluk erat kepalaku di dadanya. Makin kencang ke kenyot putingnya. "Ough beib ..... Enak.... Terus beib" Kata kak Evan. Tak lama kemudian .... "Ough beib aku mau keluar" Desah kak Evan yang tiba tiba cairan kental dan hangat muncrat dari kontolnya. Berlumuran di perutku dan juga perutnya. Ku dorong kak Evan yang sudah lemas dan tidak lagi bergoyang. "Nungging kak" Kataku. Kak Evan pun langsung menungging di tepi kolam. Ku masukkan kontolku ke dubur lalu menggenjotnya. Ku tepuk dan ku remas remas p****t semok nya kak Evan. "Ough ough ough beib... Ngilu tapi enaaaak" Kak Evan masih mendesah kenikmatan. Tubuhnya lemas dengan kepala nempel di lantai keramik. Kusodok terus kontolku dengan kencang dan mentok. "Ough kak, enaaaaak,..... Adik dah mau keluar." "Tahan beib, crot di mulut ya! " Kata Evan langsung menarik pantatnya dan memutar tubuhnya lalu mengendus di depan kontolku. Ku kocok kocok kontolku. Lidah kak Evan menjulur dan menjilati ujung kepala kontolku. Tak kunjung crot di emut lah kontolku. Akhirnya..... "Crooot croooot crooot" Pejuhku muncrat di dalam mulut kak Evan. Dan kak Evan pun langsung menelannya. Di jilat dan di emut kontolku berasa ngilu dan mulai mengendur. Selesai menjilat dan mengemut kontolku hingga lemas kak Evan lalu memeluk dan menciumku. Kami bergumul lagi di tepi kolam dan nggak sengaja kami tercebur ke dalam kolam. Kami pun mandi dan berenang bercanda hingga lupa bahwa kami baru saja habis bercinta. Saat melihat kak Evan yang ganteng dan sexy ntah kenapa aku selalu bernafsu dengan nya. Apalagi melihat nya telanjang, rasanya ingin bercinta selalu ada. Mungkin diriku seorang yang hypersex. Aku dekap kak Evan dari belakang. Ku peluk dan ku cumbu dirinya di dalam dinginnya air kolam. "Ough beib... " "Ya kak" "Kamu pandai mencumbu, kakak sangat mencintaimu" Aku tak hiraukan kata kak Evan. Aku terus mencumbunya, ku jilat keteknya yang basah. Ku jilat dan kumainkan lidah ku di p****g kak Evan. "Ough yeeeesss.... Beib enak" "Hhhhh eeeemmmmmmmmmmmmm" "Ough..... Ough.... Ough" Aku cumbu leher kak Evan dan kami bertatap muka, kak Evan bernafsu lalu mencium bibirku. Kami saling memeluk dan berciuman penuh mesra dan nafsu. Kabut makin tebal dan gerimis mulai turun. Kami semakin terhanyut oleh nafsu asmara dan kemesraan. Kedalaman air kolam yang sedada membuat kami benar benar menikmati sensasi berciuman. "Kak" Kataku. "Kenapa beib? " "Kamu mau udahan? " Kata kak Evan "Hujan! " Kataku. "Ya" Kata kak Evan bingung. "Iiiih kak Evan jahat, nggak inget kah waktu itu" Kataku kecewa. Kak evan tiba tiba memeluk dan mencium bibirku. "Tentu aku ingat beib, kita bercinta di derasnya air hujan" "Kamu emang hebat beib, romantis dan bisa memuaskan kakak." "Kak Evan cowok pertama yang aldo cintai, dan nggak mau kehilangan kakak". " Karena itulah kakak ingin menikahimu nanti di luar negeri. Selama nya kita akan bersama" Kata kak Evan. "Iya kak" Bibir kami kembali menyatu. Gerimis kecil berubah menjadi hujan. Ku gendong kak Evan karena gemas dan nafsuku makin menjadi. Tak sengaja kontolku mengenai lobang p****t kak Evan. Dengan mudah kontolku sudah masuk ke lobang anusnya. Menggendong kak Evan di dalam air tidak lah begitu berat. Kuangkat tubuhnya lebih ringan dan mudah untuk kontolku keluar masuk. Kak Evan memelukku erat. Bibir kami masih menyatu dan saling mencumbu. Kedua Tanganku memegangi pantatnya untuk mengangkat dan turunkan agar gesekan senggama kami memuaskan. "Ough beib enaaaaaak" Bisik kak Evan di telingaku dan terus memelukku sambil mencumbu leherku. Kami berada hampir ke tengah kolam. Goyangan kami bercinta membuat gelombang air beriak dan mendorong kami ketengah. Ku dorong tubuhku ke pinggir kolam bagian dangkal. Lalu kusandarkan kak Evan di tepian. Posisi kak Evan terlentang di permukaan air. Dengan p****t sedikit tenggelam sepinggangku. Kuangkat kakinya di atas pundakku. Lalu ku masukkan kontolku. "" Ough beib.... Sssshhhhhhh" "Arrrrghhhh" "Ough... Ya kakak sayang.... Ough enaaaak" Kataku. Aku goyang pantatku kencang kencang karena berasa enteng di dalam air, hingga tubuh Kak Evan pun terdorong keras. Air berkecipak dengan makin derasnya hujan. Kak Evan menggoyang saking enaknya. "Ooooouuuuugh beib....... Aaaarrrrrrrggghhhhh... Terus" "Nikmat beib.... Ough.... Ough... Ough" "Ya kaaaaaaak, enaaaaak" "Ouuuugh yes beib" Kami berdua tak berhenti mendesah, berlama lama kami menikmatinya. Hujan makin deras dan hari makin sore. Kak Evan menarik tubuhnya dan tercabutlah kontolku. "Kenapa kak? " Tanyaku. "Ganti posisi beib" Kata kak Evan. Kak evan memutar badannya dan menungging di depanku. Aku dekati kak Evan dan memegang pantatnya. Pantatnya tenggelam dalam air. Aku sedikit berjongkok dan ku angkat p****t kak Evan nyembul ke atas. Kusibak dan ku jilat lobangnya. "Ough ough .... ssssshhhhhhhhaaaaarrrrggghhhhh..." "Ough beib" "Heeeemmmmmmmmmm" "Enaaaaak...... Oughssssshhhhhhaaaaarrrggggghhhh" Aku makin b*******h setiap menjilati lobang anusnya kak Evan. "Ougggh beib.... Cepetan masukin" Ucap kak Evan. Aku sudahi menjilat a**s itu dan ku berdiri. Blesh aaaaaarrrrggggghhhh nikmat rasanya bercinta di kolam dan di tambah derasnya hujan. Aku goyangkan p****t maju mundur. Air kolam bergelombang seperti ombak di lautan. "Ough ough ough " "Ough yes kak.... " "Sssshhhhaaaaarrrrggggghhhh beib hebat" Tiap sodokan k****l keluar masuk kak evan selalu mendesah. Membuatku makin kencang menggoyangnya. "Ough ough ough". " Arrrghhh kak.... Oooouggghhhssssshhhhhaaargh .... " "Nikmat banget kak, ak dah mau keluar kak" "Hmmmmmmaaaaaarrggghhhh beib" Kak Evan menggoyangkan pantatnya membuat kontolku makin nikmat terjepit olehnya. Aku terus menyodok keluar masuk k****l dalam lobang a**s dan .... "AAAAAAARRRRGGGGHHHH...... KAKAK" pejuhku keluar banyak hingga menyebar di dalam air kolam. Kak Evan langsung merangkul dan mencium bibirku. Ku gendong kak Evan dan akhirnya dia mengejang menyemburkan pejuh di air kolam. Kami berdua mencapai klimaks dan saling berpelukan berciuman mesra. Kenikmatan yang takkan terlupakan bagi kami. "Kak, udah yuuuuk," "Dingin dan lapar" Kata ku. "Iya beib" Jawab kak Evan. Kami menyudahi permainan kemesraan kami, karena dingin dan rasa lapar. Walau sebenarnya kami masih ingin berlama lama bercinta. Kami berdua menyelam menyeberangi kolam. Lalu kami berdua menuju kamar mandi. Bermandikan air shower yang hangat. Kami berdua di bawah guyuran shower sambil berciuman. Tangan kami saling mengusap dan mengelus k****l. Kontol kami pun lagi lagi ngaceng dan kak Evan berjongkok mengemut dan mengulum kontolku. Aku diam kan kak Evan mengulumnya. Aku mandi dengan sabun, kak Evan berhenti mengemut dan lalu mandi juga. Kami selesaikan mandinya lalu berpakaian. Hari sudah menjelang malam, hujan berganti gerimis, kabut makin tebal dan suasana dingin menyelimuti. Aku rebahan di kasur dengan selimut tebal. Kak Evan memesan makanan kepada penjaga villa. 30 menit kemudian pesanan makanan sudah tiba. Bersama kak Evan kami berdua langsung makan dengan lahapnya. Rasa lapar sudah hilang berganti kenyang dan rasa kantuk pun datang. Kami rebahan saling berpelukan akhirnya kami tertidur dengan lelap. Tiba tiba pintu kamar di gedor gedor oleh penjaga villa. Kak Evan bangun dan melihat ada perlu apa orang itu datang. "Mas, sudah malam, motornya di masukkan dulu" Kata penjaga villa. "Iya pak" Kata kak Evan. Kak Evan masuk mengambil kunci motor dan keluar memindahkan motor di garasi lalu mengunci motor dan pintu garasi. "Mas pesen untuk makan malam?" Kata penjaga yang sejak tadi menunggu kak Evan selesai memasukkan motor. "Boleh pak" Jawab kak Evan. Penjaga itu langsung permisi pamit untuk mengambil makan malam kami. Sambil menunggu penjaga villa mengantar makanan kami berdua hanya mengobrol dan menonton televisi. Kami saling bersandar dan bercanda. Aku mengeluarkan sebuah hadiah anniversary buat kak Evan. Aku menyisihkan uang jajan hanya untuk memberikan kenangan buat kak Evan. Ternyata kak Evan juga memberikan kenangan buat ku juga. "Selamat hari jadi yang beib, I Love You" "Terimakasih kak, selamat hari jadi juga. I Love You too" Lalu kami saling berciuman mesra dan kami mulai b*******h untuk hubungan cinta di ranjang. Kak Evan melepas kaos dan celanaku hingga lalu mengemut kontolku yang sudah ngaceng. Tiba tiba pintu di ketok dan kami sempat kaget lupa bahwa penjaga villa belum mengantarkan makanan. Kak Evan buru buru bangun dan aku tidur berselimut di kasur. Penjaga villa masuk menaruh makanan lalu pergi lagi. Kak Evan menutup pintu dan langsung menubrukku. Menciumku dan mencumbuku. Karena hawa yang dingin kami pun bercinta di balik selimut. Hampir dua jam kami bercinta di balik selimut di atas ranjang. Masing masing dari kami puas klimaks dua kali malam itu. Karena lelah habis bercinta kami lupa berpakaian dan memakan makan malam kami. Kami berdua tidur telanjang dan saling berpelukan. Pagi sudah menjelang sinar cerah mentari pagi merasuk menyinari kamar tidur kami. Aku lalu bangun dan mandi. Selesai mandi kak Evan ku bangunkan untuk mandi. Kak Evan hanya menyewa villa sehari semalam saja. Rencana pagi ini aku dan kak Evan akan berkeliling wisata di puncak sebelum pulang. Sarapan pagi sudah di antar sebelum kami pesan. Kak Evan sudah selesai mandi dan berpakaian. Lalu kami sarapan, selesai sarapan kami bergegas keluar untuk berwisata keliling puncak. Kami berdua hanya naik motor berkeliling di perkebunan dan keluar masuk perkampungan. Hari sudah menjelang siang kami harus segera balik ke kota. Agar tidak kemalaman dan bisa istirahat untuk besok sudah mulai bekerja. Saat nya kami kembali pulang. Aku yang menyetir kendaraan, di tengah perjalanan kak Evan menawarkan diri untuk menyetirnya. "Beib, sini biar kak Evan yang di depan" Kata kak Evan. Aku hentikan kendaraan lalu kak Evan bergeser di depan. Aku lalu membonceng di belakangnya sambil memeluk kak Evan. "Eh adik nggak malu apa?" Kata kak Evan. "Biarin aja kak, aku kan sayang sama kakak" Rayuku. Kak Evan diam saja lalu menjalankan kendaran melaju di jalan raya. Aku benar benar bahagia karena sikap dan baik nya kak Evan memanjakan aku. Bahkan semalam kami sudah merencanakan untuk persiapan dokumen dan segala hal untuk segera ke luar negeri. Rasa bahagiaku tak habis habisnya, selama perjalanan aku peluk kak Evan dan ku goda dan merayu. Sepanjang jalan aku mengelus ngelus d**a nya yang bidang sambil memeluk nya. "Udah dong beib, aku nggak fokus nih...."kata kak Evan. "Hehhehe" Aku hanya terkekeh. Aku nggak bergeming dengan ucapan kak Evan malah semakin menjadi jadi. Selain mengelus d**a nya hingga mengelus ngelus paha nya. Kak Evan tidak tahan dengan dengan godaanku. Kak Evan kadang membalas candaanku dan kami tertawa bersama. Kadang kami saling meraba raba k****l. Bahkan kami pun sempat ngaceng lagi. Jalanan agak lenggang hingga tidak sadar kak Evan membawa kami dengan kecepatan di atas rata rata. Saat kami bercanda dan kak Evan kurang fokus dalam berkendaran dengan kecepatan tinggi tiba tiba di depan ada truk besar lagi melaju berlawanan dengan cepat. "Brukkkk...." kecelakaan pun terjadi motor yang kami kendarai beradu sama truk besar. Aku terpental agak kepinggir dan kepalaku terbentur batu tapi saat itu aku setengah sadar. "KAK EVAAAAN....."teriakku kencang sambil menangis karena aku melihat tubuh kak Evan tergeletak di depan truk. Aku berlari mendekati kak Evan namun tiba tiba semua gelap. Aku kembali tak sadarkan diri. Yang aku tahu aku dan kak Evan di larikan ke Rumah Sakit terdekat. Saat aku tersadar ada kedua orangtuaku dan anak gadisku. Kata bapakku aku mengalami koma selama 3 hari. Dan sekarang masih perlu perawatan intensif. Aku teringat dengan kak Evan dan bagaimana keadaan nya. "Kak Evan kemana pak,bu? Gimana keadaanya? Tanyaku "Nak,kamu yg tabah ya, temen kamu Evan sudah meninggal di tempat kejadian saat kalian kecelakaan..."kata ibu aku " TIDAAAAAK......KAK EVAAAAN" Aku langsung menangis sejadi jadi nya. Rasa kecewaku, rasa sedih kehilangan kak Evan, rasa bersalah. "gak mungkin bu pak..."jawab aku "Dimana kak Evan..."tanya aku teriak seperti orang gila. "Dia udah di makam kan aldo" kata bapak. Aku menangis sejadi jadinya. Kedua orangtua bingung cara nya menenangkanku. Dan aku sendiri tidak di ijinkan ke pemakaman sebelum aku di nyatakan sehat. Aku terpuruk, di saat aku sedang bahagia nyam sebentar lagi aku lulus dan rencana rencana indah kami untuk segera ke tinggal di luar negeri. Seharian aku menangisi kepergian kak Evan. Kenapa kak Evan begitu cepat ninggalin aku untuk selamanya. Setelah aku di nyatakan sembuh dan di ijinkan pulang aku pun ke makam nya kak Evan, untuk ziarah, untuk mendoakannya, untuk mengenangnya. Aku datang sendirian, di makam itu aku kembali menangis tiada henti karena sedihnya aku rasakan merasa benar benar kehilangan. Kehilangan orang yang sangat aku cintai dan aku sayangi. Untuk selama lamanya. Selamat jalan Kak Evan ku sayang, semoga kamu damai dan tenang di surga. The End
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD