SAGARA

1778 Words

Dan benar saja, Bagas menyiapkan makan siang sehingga meja makan kayu tua berukuran satu meter itu sudah penuh dengan hidangan-hidangan sederhana buatannya. Hanna yang merasa masih agak sedih dengan perpisahannya dengan putranya menjadi sedikit lebih terhibur. "Waah, apa ini semua Kak Bagas yang memasak?" Hanna terus berdecak kagum. "Yap, semoga kalian suka!" sambut Bagas lalu mempersilakan Hanna dan Kaizar untuk duduk untuk memulai makan siang spesial itu. "Bohong! Ini pasti ada yang bantuin, kan? Kak Bagas gak mungkin memasak ini sendirian!" kata Hanna meragukan lalu tengak-tengok kanan kiri mana tahu Bagas menyembunyikan kekasihnya. Hanna yakin kalau yang memasak bukan bagas saja. Mungkin pacar Bagas juga ada disana bersembunyi. "Heum, baiklah ... Kakak akui kalau Kak Bagas memang

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD