Hard to Say Goodbye

1779 Words

Bagas mendorong Hanna yang duduk di kursi roda untuk mengunjungi ruang khusus anaknya di incubasi. Tempat itu sangat steril sehingga Hanna dan Bagas hanya bisa melihatnya dari kejauhan, dari luar ruangan lewat jendela kaca lebar saja. Hanna menangis, setiap melihat bayinya hatinya tiba-tiba terasa teriris. "Anakku ... kita akan segera berpisah!" gumam Hanna sementara air matanya masih mengalir cukup intens. "Sabarlah, Hanna! Ini adalah jalan yang sudah kamu pilih, jangan menyesalinya supaya hati kamu gak terlalu berat." Bagas mengusap pundak adiknya itu. "Aku akan meninggalkannya berapa kelompok Mafia paling berbahaya, apa aku bisa melupakannya, kak? Dia adalah putraku, yang selama berbulan-bulan aku kandung ...." Hanna kembali mengungkapkan unek-uneknya. 'Maafkan aku, Hanna ....' uca

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD