Awal pertemuan
"Aww....!!" Dian, berseru sambil mengusap bokongnya. Ia terjatuh ,karena menabrak Pria bule di depan nya karena terburu-buru ingin pergi ke toilet.
"Im Sorry Mr"... ucap Dian kepa lelaki yang tak sengaja ia tabrak tersebut. Bukan nya marah ,lelaki itu justru mengulurkan tangan nya membantu Dian untuk berdiri sambil tersenyum . "Its oke.
Kemudian ,Dian melanjutkan langkahnya menuju Toilet.
Lima menit kemudian ia oun selesai dengan urusan nya , Lantas Dian keluar dari toilet. Namun siapa sangka, tak jauh dari sana Lelaki yang ia tabrak tadi justru menunggu nya.
Namun , Dian yang tak menyangka bahwa dirinya sedang di tunggu, ia tetap melangkah melewati lelaki tersebut.
Namun baru dua langkah melewati nya, Lelaki berperawakan tinggi kira-kira 170 cm bermata ke biruan dan berambut pirang tersebut memanggil nya.
"Excusme...? Bisakah ,kita mengobrol sebentar?"
Dian, yang terkejut mendadak memberhentikan langkah nya. "Ha..? Itu , Mas Bule bisa bahasa Indonesia?Apa benar ngajak gue ngomong?"
Dian pun menoleh ke belakang ,untuk memastikan bahwa memang benar dirinya yang dimaksud.
"Bisakah ,Saya berbicara dengan anda sebentar?" Tanya lelaki tersebut sembari menyunggingkan senyum nya kepada Dian.
Dan otomatis hal tersebut membuat Dian salah tingkah. Bukan lagi ribuan kupu-kupu yang bertebaran di perut nya.
"Ya,Tuhan" Rasanya bukan lagi ribuan kupu-kupu lagi, ini justru ribuan kecoak , perutku geli dan mulas secara bersama melihat senyum nya . Dian bergumam dalam hati.
"Boleh ,Mr. Jawab Dian tanpa basa-basi lagi."
Kemudian Lelaki tersbut mengulurkan tangan nya, Memperkenalkan diri.
"Hai,nama saya Ralph." ucap Ralph kepada Dian yang sedari tadi terpaku.
Setelah kesadarannya kembali, Dian menerima uluran tangan ,Ralph dan memperkenalkan diri.
"Hai ,juga. Saya , Dian." Sahut Dian gugup. Ini baru pertama kali nya ia berkenalan dengan pria Bule yang menurut nya sangat tampan.
"Oh, Tuhan" Inikah namanya produk mu yang tidak gagal saat di produksi. Benar-benar tampan.
Kemudian , Ralph mengajak Dian duduk di sofa, dan meja payung yang berada di bibir pantai.
"Ya... Tepatnya mereka sekarang berada di Potato Head salah satu Beach Club yang ada di kawasan Petitenget Seminyak."
Salah satu Beach Club di bali dengan fasilitas ,Bar, Kolam renang, Dan juga area santai yan tepat berada di bibir pantai, yang langsung berhadapan dengan Samudera Hindia.
Tentu biasanya sangat ramai di kunjungi wisatawan asing maupun domestik. Apa, lagi saat Weekend tiba. Bahakan tak jarang juga artis ibu kota , mengunjungi tempat tersebut.
Contohnya seperti saat ini , terlihat pengacara yang cukup terkenal yaitu Hotmen Prancis. yang sedang berselfi ria bersama para gadis di dekat kolam.
Dian,sendiri pergi bersama ke dua sahabatnya yaitu Ayix dan Vhanya. Namun saat hendak pergi ke Toilet, justru tanpa di sengaja ia menabrak Ralph.
Setelah duduk di sofa yang Ralph maksud, lantas Ralph memanggil salah satu waitress untuk memesan minuman untuk Dian. Akhirnya pilihan Dian jatuh kepada Negroni. Cocktail yang berasal dari italia.
"Ehm, Dian Berdehem mencoba menetralkan jantung nya yang mulai tidak santai."
"Maaf, Ralph ,Kok bisa bahasa Indonesia? Terus, Asli dari mana?" Tanya ,Dian penasaran.
"Saya berasal dari Sweeden, Lebih tepatnya dari dari kota Göteborg." Sahut Ralph .
"Bagaimana dengan anda sendiri? Apakah Anda berasal dari Bali?"
"Bisa dikatakan seperti itu. Ayah saya berasal dari Sulawesi, Tetapi ibu saya berasal dari Bali, Dan saya di besarkan di Sulawesi, setelah kuliah baru saya pindah ke Bali sendiri."
Selang beberapa menit Handphone nya bergetar , Tertera nama Ayix disana .
"Woy,Nyet...! Lo dimana sialan? Ke toilet apa ke alam lain lo? lama banget."
"Sory, Sory! Gak usah, pake ngegas gitu lah! gue lagi kenalan sama Bule , ganteng. Gue sekarang ada di pinggir pantai. Tunggu aja entar gue balik." Ucap Dian setengah berbisik.
Maklum ,Dian sampai lupa, bahwa ia tadi nya memang hanya pamit pergi ke Toilet. Namun tak di sangka malah tersangkut di sini.
Jelas ke dua sahabatnya mencarinya, bahkan sudah pasti nanti mereka akan memaki Dian.
"Maaf, Teman saya menghubungi saya." Ucap Dian.
"It's oke. Apakah ,Tadi anda datang bersama teman ?" Tanya Ralph .
"Iya ,benar. Saya bersama teman saya dua orang , dan sekarang sedang berada di sisi kiri kolam."
"Oh,iya, bagaimana dengan pertanyaan saya tadi Mr. Kenapa bisa bahasa Indonesia?" Tanya Dian ,rasa penasaran nya belum juga hilang .
"Of course, Karena saya cinta Indonesia, Saya sering mengunjungi pulau-pulau yang ada di Indonesia. Seperti, Bali tentunya. Lombok, Pulau Komodo , Sumba , Raja Ampat. Pulau Jawa juga." Jawab Ralph.
Dan Dian menganggukan kepalanya paham.
"Keren sekali , Mr. Saya saja orang Indonesia ,belum pernah keliling Indonesia." Ungkap Dian terkekeh ,sembari menyesap minuman nya yang sudah tersedia.
"Why?" Tanya Ralph lagi .
"Tentu saja, karena Biaya. Keadaan yang Pas-pasan tidak memungkinkan untuk keliling Indonesia. Untuk biaya kuliah saja bisa cukup sudah untung. Selama ini saya kuliah sambil bekerja." Ucap Dian jujur.
Oh i see.
Ia memang sedikit berbeda dari pada gadis pada umumnya , yang memiliki tingkat gengsi yang tinggi.
Selama ini Orang tua nya hanya memberi uang kuliah saja, sementara untuk biaya hidup ,Dian harus Nyambi bekerja di salah satu butik Surfer Brand. Ia membagi waktu untuk bekerja dan kuliah.
Tak jarang jika ketika kuliah, Vhanya dan Ayix sering mentraktir Dian .
Dan hal tersebut membuat Ralph semakin tertarik kepada gadis ini. Kesederhanaan nya dan wajah nya yang khas wanita Asia.
Sudah dua kali Ralph jatuh cinta pada wanita Indonesia , sebelumnya adalah mantan istrinya yang juga orang Indonesia. Ralph pernah menikah dengan wanita Indonesia , lebih tepatnya berasal dari Jawa. Namun pernikahan itu kandas.
Namun untuk saat ini Ralph merahasiakan hal tersebut .
itulah sebabnya mengapa ia lancar berbahasa Indonesia.
Waktu semakin berlalu dan nampaknya mereka berbincang layaknya sudah akrab, Sembari melihat Matahari tenggelam. Tak lupa merka juga saling bertukar nomor handphone.
Tiga puluh menit berlalu, Dian berpamitan ingin menemui teman-temannya. Yang tak jauh dari sana. Karena sedari tadi handphone nya berbunyi.
"Saya permisi dulu ,ya. Teman-teman saya sudah menunggu." Ucap Dian tersenyum. Entahlah, tak henti-hentinya bibirnya tersungging. Merasa hari ini adalah hari keberuntungan nya. Bisa berkenalan dengan lelaki tersebut.
"Oke, i call you letter." sahut Ralph.
Kemudian Dian melangkahkan kakinya menuju tempat teman-temannya berada.
" Eh, dasar si Onyet!!! Kecantol sama Bule gak balik-balik balik lama banget, giliran udah balik senyum-senyum gak jelas kaya orang kesambet . Cerocos ayix yang melihat Dian datang dengan wajah ceria dan menarik bibirnya ke atas .
"Ojog, bisa diem kagak? "
"Gak bisa banget lo ya liat temen seneng." cebik Dian berpura-pura marah.
"Yix ,Vha" "Kalian tau nggak?
"Enggak ,lah" Lo aja gak ada ngasi tau. Ucap Vha. Dan hal tersebut memancing kekesalan Dian.
"Ish ...! Makanya dengerin gue dulu dong. Gue belum kelar ngomong , Kalian main potong aja." kesal nya.
Gue barusan kenalan sama Bule , sumpah ganteng , keren gitu. Dan , ini gue di kasi kontak nya.
"Siapa tau, ya. Doi bakal jadi jodoh gue." Biar bacot kalian semua berhenti bilang gue jomblo berformalin,alias awet banget ngejomblo nya.
"Hidiihhhh..... Sana deh buruan embat , sebenernya gue juga udah bosen nyebut elo kaya gitu, karena emang lo nya aja awet banget ngejomblo." Alias gak laku-laku. Ucap Vhanya.
"Isssssh!!" Sumpah, kalian jahat banget sama gue. Gue ,kan bukan nya gak laku! Tapi,gue nya emang yang pilih-pilih. Gak asal-asalan nyari cowok.
"Alasan!!" Jawab Vha dan ayix bersamaan.
Dan ,Dian memajukan bibirnya menimpali ke dua sahabatnya yang menurutnya ngeselin tersebut. "Kalian emang selalu nyebelin."
"Kita udah saling tukar nomer , handphone lho." sambung Dian memamerkan kepada ke dua sahabatnya.
"Bodo Amat!" sahut Vhanya dan Ayix bersamaan.