Part 16

1035 Words
"Yang mulia kaisar Diamond Agrea telah tiba" "Tuan putri kekaisaran Diamond Agrea telah tiba" Pemberitahuan prajurit mengenai kedatangan Kenzo dan Aristia langsung membuat heboh para tamu undangan, "Hey bukankah putri sudah meninggal 5 tahun lalu?" "Undangan yang diberikan pada kita juga tidak mengatakan sebenarnya kita diundang untuk acara apa" "Hei menurutmu bagaimana putri itu setelah 5 tahun?" "Kudengar bahwa dia telah cacat setelah kejadian 5 tahun lalu diacara ulang tahun kaisar" Percakapan para tamu undangan terus berlanjut sampai pintu terbuka dan Kenzo menggandeng tangan Aristia memasuki aula Saat tiba ditengah aula, Aristia langsung memberi salam layaknya bangsawan "Sungguh suatu kehormatan besar bagi saya karena semuanya hadir untuk merayakan ulang tahun kelima saya dan juga menyambut kembalinya saya ketengah tengah rakyat Diamond Agrea" Aristia tersenyum lembut dan karena wajahnya yang cantik itu membuat senyumnya sangat menawan, Tapi karena tatapan Kenzo yang seperti elang menatap mangsanya terus tertuju kepada para tamu yang hadir saat itu karenanya nyali mereka untuk menatap Aristia juga menciut "Saya harap semua tamu undangan menikmati pesta malam ini" "Selamat ulang tahun tuan putri dan selamat datang kembali.. Semoga berkat dan perlindungan Defilos Agrea selalu menyertai tuan putri" Gorgio adalah orang pertama yang berani mendekati Aristia bahkan mencium tangan Aristia didepan Kenzo Ps : Defilos Agrea adalah orang penting dan dianggap sebagai dewa dikekaisaran Diamond Agrea tapi ceritanya bru akan muncul di part berikut²nya. "Terimakasih paman Gorgio. Bagaimana kabar paman selama ini?" Aristia tersenyum menanggapi Gorgio "Senang tuan putri menanyakan kabar saya karena tentunya berkat ayah tuan putri memberikan saya pekerjaan yang sangat banyak membuat saya harus berpisah cukup lama dari tuan putri" Gorgio berbicara dengan wajah pura pura sedih untuk mendapatkan simpati dari Aristia "Pergilah jika tidak memiliki urusan disini" Wajah Kenzo menggelap karena kesal melihat Aristia memberi perhatian pada Gorgio "Ayah?" Aristia mendongak untuk menengadah keatas untuk melihat wajah Kenzo dan hanya dengan satu kata dan senyuman yang tentu saja memiliki arti dan hanya Aristia dan Kenzo yang memahaminya, Aristia langsung menenangkan Kenzo "Wah kaisar sangat menyayangi tuan putri" "Lihat kaisar tersenyum hanya dengan satu kata dari tuan putri" "Tuan putri luar biasa" Dan masih banyak lagi pujian untuk Aristia dari orang orang yang hadir di pesta malam itu Setelah Gorgio memberikan hadiah untuk Aristia, dia benar benar pergi tapi bukan karena Kenzo tapi karena memang dia sangat sibuk Para kasatria juga hadir diistana Amber karena permintaan Aristia karena bagi Aristia para kasatria itu sudah seperti paman baginya karena semenjak kecil Aristia sudah hidup dan sering menghabiskan waktunya bersama para kasatria "Pangeran ketujuh telah tiba" Setelah pemberitahuan itu, Kaiden memasuki aula pesta dan para nona bangsawan yang belum menikah langsung heboh karena kedatangan Kaiden "Yang mulia maaf atas keterlambatan saya" Kaiden dengan hormat meminta maaf didepan Kenzo "Acara hari ini diselenggarakan oleh putri jadi harusnya orang yang menerima permintaan maafmu adalah putri" Kenzo menatap Kaiden dengan dingin "Tidak apa-apa, paman pasti memiliki alasan sampai datang terlamabat" Aristia memaklumi keterlamabatan pamannya "Terimakasih tuan putri. Yang mulia, raja kerajaan Gideum mencari anda karenanya saya sedikit terlambat" Kaiden tersenyum pada Aristia kemudian berbalik lagi kearah Kenzo "Raja Gideum? Dalam daftar tamu undangan sepertinya tidak mengundang kerajaan Gideum lalu siapa yang mengizinkan orang itu masuk keistana?" Kenzo menatap Kaiden dengan dingin dan saat membicarakan tamu tak diundang dari kerajaan Gideum, nada suarannya juga berubah dingin "Ayah apa ada masalah mendesak?" Aristia juga mendengarkan pembicaraan antara Kenzo dan Kaiden jadi dia bertanya untuk memastikan "Sepertinya ayah harus menemui tamu yang tidak diundang itu bersama pamanm u jadi ayah harus meninggalkan mu sebentar, tetaplah berhati hati" Kenzo mengangguk dan setelah memberi peringatan pada Aristia, Kenzo berjalan pergi bersama Kaiden dari pintu samping aula agar tidak menarik perhatian terlalu banyak orang "Tuan putri, saya akan mendampingi anda selama yang mulia pergi" tiba tiba saja seorang pemuda yang berusia sekitar 17 tahun datang menghampiri Aristia tapi karena wajahnya yang menggunakan topeng perak membuat Aristia menjaga jarak dari pria itu "Siapa nama mu?" Aristia dengan hati hati terus memperhatikan pria didepannya yang muncul entah dari mana "Tolong maafkan ketidak sopanan saya pada tuan putri. Nama saya Igry Victory, senang bertemu lagi dengan anda" Pria muda itu memperkenalkan diri dan mencium tangan Aristia "Kakak?! Apa benar ini kakak?" Aristia sangat senang dan sedikit tidak percaya dengan apa yang didengarnya "Senang tuan putri masih mengingat saya" Irgy membuka topengnya dan tersenyum "Ekhem.. selamat ulang tahun tuan putri, jadi apa hadiah yang tuan putri inginkan?" Irgy berdehem untuk menyesuaikan suasana hatinya dan kembali bertanya pada Aristia "Hadiah ya...? Apa kakak dapat membawaku keluar istana?" Aristia hanya ingin keluar istana dan berjalan jalan dikota tapi Kenzo selalu melarangnya dengan berbagai alasan yang tidak dapat dibantah "Sepertinya yang mulia tidak akan setuju dan saya juga tidak dapat melanggar perintah yang mulia, maafkan saya yang tidak kompeten ini karena tidak dapat memenuhi keinginan anda" Irgy menatap Aristia dengan rasa bersalah serta meminta maaf dengan tulus "Tidak apa apa. Aku juga tidak dapat melanggar perintah ayah jadi bukan masalah jika kakak juga tidak dapat melanggar perintah ayah" Aristia hanya tersenyum dan tidak keberatan dengan jawaban dari Irgy karena dia sudah bisa menebak jawaban itu saat memberikan pertanyaan Kemudian satu persatu para bangsawan itu memberanikan diri untuk mendekati Aristia dan memberikan hadiah pada Aristia Waktu berlalu dengan sangat cepat dan karena Aristia masih anak anak jadi tentu saja dia butuh banyak tidur dalam masa pertumbuhannya jadi pesta ulang tahunnya tidak diselenggarakan sampai tengah malam "Sekali lagi terimakasih sudah menghadiri pesta ulang tahunku dan selamat pada para nona yang hari ini juga menyambut debutantenya" Aristia dengan tulus mengucapkan terimakasih dan ucapan selamat debutante untuk para nona bangsawan Setelah para bangsawan itu memberi salam perpisahan pada Aristia, akhirnya pesta itu benar benar berakhir "Kakak ayo kita juga harus kembali keistana awan" Aristia menarik tangan Irgy untuk pergi bersamanya "Tentu tapi karena saya belum dinobatkan secara resmi sebagai pengawal dan kasatria pribadi tuan putri jadi saya hanya akan mengantar tuan putri sampai keistana awan" Irgy mengangguk untuk menyetujui ajakan Aristia tapi tetap memberi penjelasan singkat "Baiklah aku mengerti, bulan depan adalah pemilihan kasatria untukku dan kakak tidak perlu ikut pemilihan itu karena ayah sudah berjanji padaku untuk menjadikan kakak kepala pengawal dan kasatria pelindungku" "Kalau begitu mari kembali keistana awan" Irgy menggandeng tangan Aristia dan keluar dari istana Amber
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD