Part 17

1016 Words
Setelah tiba dihalaman istana awan, Aristia mengintip keluar dari jendela dan melihat nyonya Luna sedang berdiri didepan pintu menunggu Aristia "Kakak akan masuk kedalam ataukah akan langsung pergi?" Aristia menutup tirai jendela dan menghadap kearah Irgy untuk bertanya karena bagaimanapun Irgy tetaplah anak kandung nyonya Luna dan setelah banyak insiden ditahun tahun sebelumnya tentu saja Aristia harus mempertimbangakan perasaan Irgy "Ini sudah sangat larut dan bukankah saya sudah mengatakannya pada tuan putri sebelumnya karena saya belum secara resmi menjadi kasatria pelindung tuan putri maka itu akan kurang pantas jika saya memasuki istana tuan putri" Irgy menanggapi perkataan Aristia dengan sabar sambil tersenyum "Baiklah" Aristia juga mengerti aturan sebagai seorang prajurit jadi tidak memaksa Irgy Tuk Setelah mengakhiri percakapan mereka, tidak terasa kereta kuda yang dinaiki Aristia berhenti "Sampai jumpa lagi kakak" setelah mengucapkan kata kata perpisahan dengan Irgy, Aristia turun sendiri dari gerbong "Tuan putri selamat datang kembali" Luna dengan hormat dan suara lembut menyapa Aristia yang baru turun dari kereta "Terimakasih bibi sudah menyambutku, ayo masuk" Aristia tersenyum lembut menanggapi Luna dan mengajaknya masuk kedalam istana Setelah memastikan bahwa Aristia benar benar telah masuk, kereta kuda yang mengantar Aristia beranjak pergi 'Aku yang saat itu terlalu naif karena mengharapkan wanita itu untuk menyayangiku, ya setidaknya yang mulia memperlakukanku dengan baik bahkan tuan putri adalah satu satunya yang memberikan begitu banyak kasih sayang untukku selama ini. Hidupku adalah anugrah yang diberikan tuan putri jadi aku bersumpah akan melindungi tuan putri dengan nyawaku ini, aku saat ini tidak memerlukan kasih sayang dari wanita itu' Didalam kereta, Irgy hanya memandang kosong keluar jendela dan sesekali tersenyum sinis pada dirinya sendiri. Syuuu Tiba tiba saja Irgy menjadi seperti bayangan dan menghilang entah kemana. Diistana awan, Aristia yang telah selesai mandi dan mengganti pakaiannya memilih berbaring namun tetap saja dia belum bisa tertidur "Apa yang tuan putri pikirkan?" Luna duduk disamping kepala Aristia dan mengelus rambut emas Aristia sambil bertanya "Aku sangat senang dengan pesta ulang tahunku kali ini karena sepertinya aku diterima dengan baik oleh rakyat kekaisaran ini" Aristia tidak ingin mengatakan apa yang sebenarnya dia pikirkan jadi dia dengan sembarangan mengarang kata katanya "Hehehehe tuan putri tentu saja akan diterima dan disambut dengan baik karena tuan putri satu satunya penerus keluarga kekaisaran dan juga putri mahkota paling jenius di seluruh sejarah kekaisaran kita ini" Luna tertawa pelan dan menyetujui apa yang dikatakan Aristia tanpa adanya kecurigaan bahkan masih sempat memuji Aristia 'Sampai sekarang hanya sejarah berdirinya kekaisaran inilah yang belum aku ketahui bahkan ayah belum memperbolehkan aku masuk istana galaksi tempat yang memiliki seluruh rahasia kekaisaran Diamond Agrea mulai dari sejarah terbentuknya kekaisaran ini, peninggalan para kaisar sebelumnya, foto-foto kaisar dan permaisuri sebelumnya dan buku-buku yang mencatat setiap pertempuran yang terjadi, kapan ya ayah akan membawaku keistana galaksi?" Karena asik sendiri dengan dunianya, Aristia akhirnya tertidur Luna tersenyum dan mematikan lampu kamar Aristia kemudian pergi berjalan keluar kamar Aristia Dari balik tirai jendela kamar Aristia, Irgy muncul dan berjalan keranjang Aristia 'Ratuku.. Siang dan malam aku terus memikirkanmu selama 5 tahun ini, Baik namaku kini dan nyawaku juga adalah pemberianmu jadi terimalah semua sumpah setiaku seumur hidup ini aku Irgy Victory akan terus disisi yang mulia dan menjadi tangan kanan kepercayaan yang mulia selamanya dan bersumpah tidak akan menghianati yang mulia' Irgy mencium tangan Aristia sangat lama bahkan meneteskan air mata syukurnya "Seorang pria memasuki kamar seorang putri pada tengah malam dan mencium tangannya sangat lama bukankah itu tidakan tidak patut sebagai seorang prajurit dan lagi seorang bangsawan?" Tiba-tiba mata Aristia terbuka karena memang instingnya sebagai agen elit dikehidupan sebelumnya memaksanya meningkatkan kewaspadaan bahkan setelah mengalami beberapa kejadian saat melewati waktu dan menjadi anak kecil pun tetap saja instingnya semakin baik dari hari kehari "Maafkan saya" Karena terkejut, Irgy langsung berbalik dan akan pergi tapi Aristia menahan tangannya "Bukankah kakak harus menjelaskan pada Tia sebenarnya apa maksud dari tindakan kakak sebelumnya" "Dari... Dari mana tuan putri tau bahwa saya adalah Irgy?" Irgy terkejut karena Aristia memanggilnya kakak karenanya tanpa berpikir, dia langsung membocorkan identitasnya "Hehehehe aku hanya memanggil kakak karena melihat dari tinggi tubuh kakak berarti kakak bukanlah anak kecil seumuran ku atau pria setua ayah ku jadi aku hanya menebak tapi kakak yang mengakuinya sendiri kalau kakak adalah kak Irgy" Aristia tertawa pelan dan kemudian turun dari ranjang untuk menghidupkan lampu kamarnya "Haah tuan putri memang cerdik.." Irgy menghela nafas tidak berdaya dan duduk di sofa "Jadi mengapa kakak mencariku semalam ini? Lalu apa maksud dari tindakan kakak sebelumnya?" Aristia kembali mengulang pertanyaan yang diajukannya sebelumnya "Saya hanya ingin berterimakasih pada tuan putri dan sebenarnya tidak berniat untuk membangunkan anda tapi saya terlalu ceroboh hingga mengganggu istirahat tuan putri, mohon maafkan ketidaksopanan saya pada tuan putri sebelumnya" Irgy membungkuk dan dengan tulus meminta maaf karena merasa bersalah "Tidak perlu meminta maaf padaku tapi dengan alasan apa kakak harus berterimakasih padaku?" Aristia dengan polosnya bertanya pada Irgy "Sangat banyak tentunya tapi hal yang perlu tuan putri ketahui adalah saya sangat berterimakasih pada anda dan saya juga hanya akan mengabdikan hidup saya pada tuan putri seorang karena tuan putri bagi saya bukan hanya tuan putri dari sebuah kekaisaran besar tapi tuan putri bagi saya lebih istimewa dari apapun" Irgy tersenyum dan berdiri setelah selesai berbicara lalu menghilang seperti bayangan "Sampai bertemu lagi Aristia" Suara terakhir yang didengar Aristia adalah bisikan lembut Irgy yang seperti dikatakan tepat disamping telinganya membuat wajah Aristia bersemu merah Plak..plak 'Kya apa yang aku pikirkan.. aku baru berusia 5 tahun..' Aristia menepuk nepuk pipinya yang memanas agar segera sadar 'Aku harus kembali tidur sekarang' Aristia dengan cepat mematikan lampu kamarnya dan berlari menuju ranjang tapi sebenarnya tanpa kedua orang tadi sadari bahwa sebenarnya mereka diawasi dari balik gelapnya malam oleh sepasang mata dingin yang samar samar mengandung amarah dan cemburu sebelum kembali lagi acuh tak acuh 'Siapa itu?!' Aristia baru menyadari tatapan mata itu setelah kepergian Irgy tapi sepenasaran apapun Aristia pada pemilik mata itu tetap saja dia tidak dapat mengetahui identitas orang itu Tapi setelah malam inilah kehidupan Aristia akan benar benar berubah dan Aristia akan mulai belajar memikul tanggung jawab yang sangat besar sebagai seorang Ratu yang sesungguhnya
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD