Part 8

1017 Words
Akhirnya hari ulang tahun sang Kaisar yang agungpun tiba. Perayaan itu dilaksanakan di istana Marry Gold, istana yang secara khusus digunakan untuk melaksanakan perayaan diistana tapi lebih tepatnya istana yang digunakan untuk menunjukan betapa agung dan megahnya kekaisaran Diamond Agrea ini alasannya adalah istana Marry Gold adalah istana terbesar dan termegah setelah istana utama alasannya adalah istana ini sepenuhnya terbuat dari emas dan perak serta lantainya berlapis permata. Perpaduan warna putih terang dari perak dan warna keemasan membawa aura agung dan ditambah dengan lantai permatanya menambah kesan megah dan mewah. Saat ini semua tamu undangan sudah hadir dan tinggal menunggu sang bintang utama acara malam ini yang tidak lain adalah..... "Yang mulia Kaisar Diamond Agrea telah tiba" "Tuan putri Diamond Agrea telah tiba" Pemberitahuan kedatangan Kenzo dan Aristia langsung mengundang tatapan tatapan dari para 'tamu undangan' Klek Pintu masuk aula istana Marry Gold dari lantai dua terbuka dan menampakan Kenzo yang menggendong Aristia. "Haiih masuk saja harus kah berlebihan seperti ini" Aristia tanpa sadar menghela napas walaupun dia tidak langsung mengutarakan kata hatinya "Ada apa?" Tanya Kenzo melirik Aristia Degh Aristia terkejut karena langsung ditanyai begitu tapi dengan cepat dia menggelengkan kepalanya "Umm.. idak ada." Kenzo menuruni tangga untuk bergabung dengan keramaian "Di acara bahagia seperti ini kenapa ayah tetap saja memasang wajah yang dingin?" Aristia sadar akan raut wajah Kenzo yang hanya datar bahkan terkesan tidak peduli dan dingin. 'Aku tidak tau sebenarnya kehidupan seperti apa yang ayah sudah lalui sebelum kelahiran ku tapi aku hanya ingin melihat ayah berbahagia....' Batin Aristia sedih karena memikirkan Kenzo "Terimakasih untuk yang menyempatkan waktunya menghadiri acara ulang tahun ku. Selamat menikmati pestanya" Setelah mengatakan kata kata formalitas sebagai bintang utama pesta ini, Kenzo duduk disinggasananya dengan Aristia yang masih setia menemani Kenzo dalam pelukannya "Memangnya berapa banyak yang hadir ini yang memang datang untuk mendoakan ku? Ck.. menyedihkan." Kenzo tersenyum sinis saat melihat kerumunan orang yang hadir di aula yang sunyi senyap itu "Papa..Tia idak puna enda ang belhalga api Tia ngin engucapkan elamat uyang taun uat papa, Tia ngin papa njang umul agal isa elalu belsama engan Tia elamanya. Chu~~" (Papa.. Tia tidak punya benda yang berharga tapi Tia ingin mengucapkan selamat ulang tahun buat papa, Tia ingin papa panjang umur agar bisa selalu bersama Tia selamanya) Kata kata tulus dari Aristia dan kecupan hangat dipipi Kenzo cukup membuat Kenzo terkejut dan memeluk Aristia erat bahkan untuk pertama kalinya Kenzo tersenyum dan itu benar benar senyum yang hangat bukan senyum sinis dan dingin yang dia tunjukan setiap saat Woaaah Para wanita bangsawan baik yang sudah menikah dan yang belum langsung mabuk karena senyuman Kenzo. Kenzo memang sangat sangat tampan jadi tidak heran jika banyak yang terpesona padanya walupun dia termasuk kaisar yang gila dan seorang tirani tapi jika melihat wajahnya yang benar benar seperti seorang malaikat membuat semua kejahatan yang dia lakukan langsung terlupakan. "Ekhem.. selamat ulang tahun yang mulia" Kemudian seorang pria yang seumuran Kenzo mendekat kearah ayah dan anak yang tengah berpelukan dan menghancurkan suasana haru antara keduanya dan orang itu tidak lain adalah Georgio Perzia yang merupakan salah satu dari sedikit orang yang bisa dekat dengan Kenzo dan sekaligus perdana mentri kepercayaan Kenzo. "Hmm" Senyuman hangat Kenzo sebelumnya langsung saja hilang seperti tidak pernah ada karena wajah datar dan tatapan dingin yang biasanya terlihat diwajah Kenzo kembali lagi "Ah, dan anda pastilah tuan putri Aristia sang permata kekaisaran. Senang bertemu anda" Georgio dengan tidak malu malunya mengabaikan Kenzo dan berbicara pada Aristia bahkan hendak mencium tangan Aristia walaupun memang itu adalah etiket bangsawan tapi Kenzo langsung menahan tangan Georgio Grep Dan tatapan mata Kenzo menyiratkan "Jika berani menyentuh putriku... Bersiaplah kehilangan kepalamu" "Ohohoho yang mulia tuan putri benar benar sangat cantik jadi tidak ada yang dapat menolak pesona tuan putri, maafkan hamba karena telah tidak sopan" Georgio tertawa garing seraya berusaha melepaskan tangannya dari genggaman Kenzo "Orang pertama yang berani menantang Kenzo dan masih hidup, aku akui nyali pria ini sangat besar" Batin Ariastia sedikit kagum pada Georgio "Papa.. angan malah ya" Aristia berusaha memperbaiki kesan orang lain terhadap Kenzo tapi karena Georgio, rencananya bisa gagal Setelah mendengar kata kata Aristia, Kenzo melepaskan genggamannya tapi tatapan dan niat membunuhnya masih terus tertuju pada Georgio Lalu setelah insiden kecil sebelumnya, satu persatu tamu undangan memberi selamat dan hadiah pada Kenzo ya walaupun mereka melakukannya dengan niat yang tidak tulus tapi Kenzo yang menerima juga tetap tidak peduli karena dari awal hingga akhir hanya ucapan selamat dan hadiah dari Aristia yang membuat Kenzo tergerak. "Duduk diam disini" Setelah mengatakan kata kata itu, Kenzo meninggalkan Aristia sendirian diatas singgasana. 'Wow papa, bukankah ini terlalu cepat untuk menyerahkan kekuasaan papa padaku? Hehehe' Aristia mulai berfantasi Banyak sekali bahkan terlalu banyak orang yang menginginkan kursi dingin yang tidak bernyawa ini yang disebut sebagai singgasana, bahkan untuk kursi tak bernyawa ini sudah terlalu banyak nyawa yang hilang karenanya. 'Tidak ada kasih sayang didalam istana' kata kata itu bukan hanya kiasan tapi memanglah sebuah kenyataan, banyak sekali intrik dibalik kemewahan sebuah istana. Membunuh? Itu hal yang biasa Meracuni? Ck.. tidak terhitung banyaknya lagi. Yang ada hanya keegoisan manusia untuk melebihi yang lainnya. Tapi saat ini seorang bayi yang baru berusia hampir 10 bulan, tengah duduk dengan tenangnya diatas singgasana tersebut. Tik..tok...tik...tok... "Haaah... Rasanya benar benar waktu berjalan sangat lambat, ini membosankan.. aku disini hanya sebagai penonton yang tidak dapat melakukan apa apa sendiri, sungguh bosan.. bla...bla...bla.." Aristia terus menerus menggerutu untuk melampiaskan kebosanan yang dia rasakan bahkan Kenzo yang sebelumnya bersama Aristia telah menghilang entah kemana Lalu tiba tiba chandelier besar yang menggantung tepat diatas singgasana tempat Aristia duduk terjatuh Prank Singgasana dan bahkan area disekitar singgasana tertutupi pecahan pecahan chandelier itu dan singgasana yang benar benar tertutupi hanya menampakan bercak darah dilantai tepat dibawah singgasana Degh Dalam sekejap niat membunuh menenggelamkan aula yang memang sudah berubah sunyi dalam kedinginan, mata dan rambut Emas Kenzo telah berubah menjadi merah yang berarti dia sudah sangat marah saat itu bahkan orang orang yang tidak mampu menahan tekanan dari niat membunuh Kenzo sempat memuntahkan darah dan beberapa lagi pingsan. Takut.. itulah yang dirasakan orang orang saat itu..
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD