Bab 28. Marah Dan Jaim

1020 Words

Tidak seharusnya Stella menolak apa yang dilakukan oleh Bryan padanya. Bahkan pada awalnya ia menikmati sentuhan dan ciuman lelaki itu padanya. Akan tetapi, sebuah ingatan muncul dikepalanya. Bahwa wajah Bryan yang sudah memberikan ingatan buruk padanya. "Benarkah aku trauma pada Maxime?" gumam Stella sambil melihat dirinya sendiri di cermin kamar mandi yang ada di dalam kamarnya. Setelah kejadian barusan, Bryan memutuskan untuk tinggal di kamar lain untuk malam ini dan ia memberikan ruang kepada Stella untuk menyendiri. Seperti apa yang dikatakan Bryan, mungkin ia memang mengalami trauma pada Maxime yang membuat tubuhnya takut disentuh oleh Bryan. Namun, setelah ia ingat kata-kata Bryan yang lembut padanya. Hati Stella berdebar-debar, jantungnya berdegup lebih kencang dari biasanya. "T

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD