Stella membeku. Matanya melebar, menatap wanita di hadapannya dengan campuran bingung dan takut. Ia merasa jantungnya berdetak sangat cepat, tapi dunia seolah berhenti berputar. "I-ibu?" bisiknya lirih, nyaris tak terdengar. "Iya, sayang. Mommy di sini," ujar Bella, suaranya gemetar, tapi hangat dan penuh kasih sayang. "Akhirnya... mommy menemukanmu lagi." Air mata Stella mengalir begitu saja. Emosi yang selama ini dia pendam pecah begitu saja. Ia mengira, dirinya benar-benar sendirian di dunia ini. Ia mengira tidak ada seorang pun yang mencintainya tanpa syarat. Tapi sekarang, pelukan hangat seorang ibu menjawab semua kesepian yang selama ini membelenggunya. "Aku pikir... aku tak akan punya keluarga lagi," isaknya sambil membenamkan wajahnya di pelukan Bella. "Aku pikir, selamanya aku

