Darah menetes dari sudut bibir Bryan. Tubuhnya terkulai di tanah, nafasnya tersengal, tapi tatapannya tetap teguh mengarah pada pintu apartemen tempat Stella berada. Meski tubuhnya dihajar tanpa ampun oleh anak buah Leandro, dia tidak bergeming. Hatinya terlalu penuh oleh penyesalan dan keinginan untuk memperbaiki semuanya. Tapi bagi keluarga Javier, kehadirannya hanyalah ancaman yang harus disingkirkan. "Buang dia dari sini!" perintah Leandro, nadanya tak bisa ditawar. Dua pria berbadan besar menarik tubuh Bryan, menyeretnya menjauh dari gedung. Tapi sebelum sepenuhnya hilang dari pandangan, Bryan berteriak sekuat tenaga, "Stella! Kumohon! Dengarkan aku sekali saja! Stella!" Teriakan itu menggema di lorong. Di dalam apartemen, Stella yang tengah membaca buku di ruang tengah bersama ibu

