Emilia sudah berada di lantai 2, Kaif menyusulnya dari belakang. "Abang duluan atau aku?" tanyanya. "Kau aja lebih dulu ke kamar mandi," jawabnya. "Oh, iyaiya." Emilia masuk, melepas handuknya, seketika kaget saat Kaif mengikutinya. "Lho, Abang kok masuk?" "Mau ambil ponsel, mandi aja sana, nanti Abang duduk di luar jagain orang biar gak masuk." "Oh, iya Bang!" Emilia mengambil bajunya kemudian masuk ke kamar mandi. Kaif duduk di tempat tidur sambil mengecek ponsel lalu berjalan keluar kamar, tubuhnya berbalut handuk agar tidak masuk angin. Setengah jam kemudian, Kaif yang sudah kedinginan akhirnya melihat Emilia keluar dari kamar. "Bang, mandilah. Maaf lama, Abang kenapa pucat?" "Kedinginan, anginnya kencang amat." Emilia segera membawanya ke dalam. Tubuh Kaif memang sangat ding

