Tentang Parenting

1461 Words

Aku baru selesai mandi, saat pintu kamar di buka. Disana Kak Dika masuk dengan wajah lelahnya. Tepat dihadapanku yang sedang mengeringkan rambut dengan handuk, Kak Dika menarikku, mengecup keningku. "Assalamualaikum," salamnya.   "Waalaikumsalam." Aku mencium punggung tangan Kak Dika. "Mandi dulu Kak, bau asem."   Bukannya marah, justru Kak Dika mengacak puncak rambutku yang basah. "Aku kerja diruangan ber-AC, mana mungkin bau asem. Wangi parfum iya."   "Tapi tetap aja, mandinya pagi aja. Jorok. Sana! Mandi dulu, Kak!"   "Iya."   Hanya jawaban Kak Dika yang mengatakan 'iya' karena seincipun posisi Kak Dika tidak berpindah. Sekarang Kak Dika seperti orang rukuk. Tangan kirinya yang digunakan menyangga tubuh, sedangkan tangan kanan mengusap perutku yang membesar. "Dedek, Mama seka

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD