Usai melaksanakan sholat dhuhur, aku merasakan perutku mules. Hingga setelah menunaikan sholat Ashar, perutku semakin sakit. Aku belum menghubungi Kak Dika, mengingat sebentar lagi jam Kak Dika pulang. Berjalan mondar-mandir di dalam kamar untuk mengurangi rasa nyeri. Terkadang aku juga melakukan posisi sujud, terlantang berharap mules yang kurasakan hilang atau setidaknya merasa lebih baik. Apa mungkin aku akan melahirkan? Namun menurut HPL masih seminggu lagi. Disaat sakit perut yang rasanya tidak tahan lagi, Kak Dika datang dengan wajah lelahnya, "Assa... Vir, kamu kenapa?" salam Kak Dika terputus berganti wajah khawatirnya melihat kondisiku. Kak Dika langsung duduk disampingku, Dia memperhatikanku yang sudah bercucuran keringat dingin. Di usapnya keringatku. "Perutku mules bang
Download by scanning the QR code to get countless free stories and daily updated books


