"Kamu ngapain?" Fai sontak mundur beberapa langkah karena kaget. Satu tangannya memegang d**a yang berdegup kencang. Ketika menyadari siapa pemilik suara berat tersebut justru menjadikan degup jantungnya tambah tak beraturan. "Kamu ngapain?" ulang Rad ketika tak juga mendapat jawaban. "Ambil minum," kata Faiha pelan. Dirinya lantas mendorong kulkas yang tadi belum sempat ditutupnya.Lalu tanpa kata, mengambil piring kecil yang sudah terisi cannoncini. Membawanya ke atas bersama segelas air putih. Melupakan niatan mengambil potongan melon di kulkas. Buru-buru saat melewati Rad yang berdiri di pintu dapur. Dia tidak peduli anggapan laki-laki itu yang membawa makanan ke atas di tengah malam begini. Lagipula kenapa dia sudah pulang. Kapan laki-laki itu tiba? Semalam Fai memang tidak ikut

