Sampai detik ini keluarganya Gevan tetap giat mencari pendonor mata untuk Gevan. Memang kata dokter kalau Gevan tidak buta permanen, tapi kalau menunggu sembuh sendiri akan lama, sementara Gevan sudah tidak nyaman hidup di tengah kegelapan. Keluarga Gevan akan membayar berapapun kepada pendonor tersebut, tapi jarang sekali orang di dunia ini yang mau mendonorkan mata untuk orang lain walaupun dibayar dengan satu buah pulau. Kalaupun ada pasti hanya satu berbanding seribu. Banner pencarian pendonor mata untuk Gevan sudah tersebar ke jejaring sosial, tapi sampai detik ini belum ada yang menghubungi. "Sha, sorry yang waktu itu, gue udah buat lo sakit hati," ujar Tito yang baru saja datang ke rumahku, katanya dia tidak bisa tidur dengan nyenyak, makan dengan lahap sebelum berdamai denganku.

