28. Farrel Bertemu Pica

876 Words

Setelah menjalani operasi, Gevan berjalan dibantu oleh alat penyangga, tidak lagi bisa berjalan normal seperti biasanya. Harapanku semoga Gevan bisa cepat pulih agar pennya bisa segera dilepas dan dia bisa berjalan normal seperti sedia kala. "Bunda, ayo ke rumah sakit. Kita antar ayah pulang," ujar Pica seraya menggoyangkan tanganku. Pasalnya, Tante Indi tadi meneleponku bahwa Gevan hari ini sudah diperbolehkan pulang, tapi aku sama sekali tidak ingin ke sana karena aku yakin di sana sudah ada Kak Natha dan Farrel. Aku tahu kebahagiaan Gevan bukan lagi aku, melainkan kekasihnya yang telah lama hilang kini kembali lagi. "Pica, kamu kan mesti sekolah, Sayang." "Ih, Bunda lupa. Hari ini kan hari sabtu, sekolahnya Pica libur." Aku menepuk jidat, bisa-bisanya aku lupa hari. "Tapi, Sayang .

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD