04 • Derel As Big Baby

1639 Words
Aaa mau nen, Delel mau nen -Baby's Soya- ??? Tadi, sekitar jam setengah 7 Derel pergi ke markasnya karena ada beberapa urusan dan menyuruh Soya tetap di dalam rumah. Tak tanggung-tanggung Derel menyuruh beberapa anak buahnya untuk menjaga bangunan mewah itu demi keamanan istrinya. Dan sekarang sudah jam setengah 9. Demi menghilangkan rasa bosan, Soya pergi ke rumah pohon yang ia bangun bersama Derel dulu. Soya memanjat tangga kayu yang terpaku di pohon besar itu. Setelah mencapai atas, Soya masuk ke rumah kayu itu. "Udah lama gak ke sini" Ucapnya sambil memandangi bagian dalam rumah tersebut. Walaupun rumah pohon itu sudah lama tak didatangi, tapi kondisi nya bersih tak ada kotoran sampah atau daun kering sama sekali. Soya tersenyum melihat bingkai foto yang tergantung di setiap sudut rumah. Banyak foto dirinya bersama Derel namun hanya satu yang menarik perhatian perempuan tersebut. Soya berjalan ke sudut rumah "Ini pertama kali Derel datang ke panti, lihat... wajahnya datar tak ada ekspresi sama sekali" Dia tertawa kecil, walaupun datar itu tidak akan mengurangi ketampanan seorang Derel. Soya menutup mulutnya, ada sesuatu di perutnya. Segera dia turun dari rumah pohon itu, lalu berlari masuk ke rumah. Soya menutup pintu kamar mandi, lalu dia berjalan ke wastafel. Perempuan itu memuntahkan semua makanan yang ia makan tadi. Sekarang kepalanya juga pusing. Kepala pusing, perut mual, lemas pandangan mulai kabur. Soya membersihkan muntahannya lalu berjalan keluar kamar mandi. "Ck! Kenapa sih? Tadi aja gak kenapa-napa. Pusing..." Keluhnya, Soya memilih berbaring saja di kasur sambil menunggu jam menunjuk ke angka 2 siang. Soya merebahkan dirinya dan menarik selimut sebatas d**a. Tangannya memainkan benda pipih yang sudah menjadi teman baginya saat Derel pergi ke markas atau ke kantor. Soya memiringkan badannya, mencapai posisi yang nyaman sambil melihat video YT. drtt... drtt... Sebuah nomor menelfon sekaligus menganggu aktivitas nya, dengan kesal dia mengangkat telfon itu. "Apa?!" Tanya Soya kesal. "Kamu kemana Ya? Aku nyariin kamu selama 2 minggu" Jawab seorang laki-laki di sebrang sana. Terlihat Soya mendengus kesal "Lo gak usah nyariin gue!! Gue gak perlu lo cariin" Balasnya menahan amarah. "Ya, aku mohon kita balikan ya? Aku masih sayang sama kamu, aku cinta sama kamu" Mohon laki-laki tersebut. "Balikan?! MIMPI ANJING!!" "Soya! Aku mohon, aku tau aku salah. Aku bakal putus sama Ica dan bakal nyuruh Ica gugurin kandungannya" Soya tertawa "Lo tau?! Lo itu mirip sama Ayah gue" "Mirip?" "Iya! Sama sama b*****t!" "Soya!" "Bacot su!!" tut... tut... Soya langsung memblokir nomor itu, setelahnya dia langsung tidur. Mood nya berantakan, marah, emosi, kecewa dan benci menjadi satu ditambah dengan pusing di kepalanya. Laki-laki yang menelfon nya adalah mantan pacar. Soya langsung memutuskan laki-laki itu saat melihat Raja dan Ica menyatukan tubuh di toilet sekolah. Awalnya Soya hanya ingin mengambil buku di perpus yang di belakang nya ada sebuah toilet rusak. Tapi entah kenapa ada sesuatu yang menariknya untuk pergi ke toilet itu. Saat dia membuka salah satu bilik toilet yang mempunyai ruangan yang luas, seketika matanya memanas dan juga jijik melihat manusia berbeda jenis sedang melakukan hal yang hina. Seketika Raja langsung menutupi tubuh polos Ica, saat itu juga satu kata yang keluar dari mulut Soya mampu membuat Raja terdiam. Oiya, di hari itu merupakan hari ke dua setelah Soya bertemu dengan Derel. ‧⁺˚*・༓☾ ☽༓・*˚⁺‧ Waktu sudah menunjukkan siang hari dan perempuan itu baru bisa tidur dengan nyenyak dan melupakan rasa pusing juga mual di perutnya, 30 menit lalu. Pintu kamar terbuka, Derel sudah pulang dari markasnya. Sebenarnya urusan belum selesai tapi entah kenapa dia ingin cepat pulang lalu tidur di dekapan Soya. "Kamu tidur? Padahal aku pengen cuddle, tapi kamu tidur" Ucap Derel sambil mem-pout kan bibirnya.  ⚠Hanya gambaran⚠ Derel berjalan lesu ke kamar mandi, rencana untuk bermanja-manja dengan Soya pun harus gagal. Laki-laki itu memang suka bermanja-manja ketika pulang dari markas dan kantor. Setelah mandi, Derel keluar tanpa menggunakan atasan. Dia langsung melompat ke kasur dan masuk ke selimut. Soya merasa kasur itu bergerak, jadinya dia membuka setengah matanya. Ternyata Derel. "Peluk" Ucap Derel manja, Soya memeluk Derel dan mengusap rambut suaminya. "Mau nen" Rengek Derel sambil menarik-narik baju yang dikenakan Soya. Soya membuka satu matanya "Udah gede mau nen" Ejeknya sengaja agar Derel menunjukkan sifat manjanya, momen langka melihat kutub utara itu manja. "Aaa mau nen, Delel mau nen" Rengek laki-laki itu, aneh memang! Tapi seperti itulah Derel, jika dia merengek terkadang mulutnya tak bisa mengucap 'R' Soya menggeleng "Gak! Males" Tolaknya, mendengar itu Derel tak putus asa. Semua yang ia inginkan pasti ia dapatkan. Sekali tarikan, baju bagian atas Soya terbelah tengah oleh kedua tangan laki-laki itu. "Derel!" Baru saja ingin memarahi laki-laki itu, dia malah melihat wajah menggemaskan Derel. Derel sudah mendapatkan apa yang ia inginkan, mulut tipisnya bertautan dengan sesuatu yang sudah menjadi favorit nya. Mata laki-laki itu melihat ke arah Soya, lalu dia tersenyum. Soya ikut tersenyum "Can you slowly, baby boy?" Tanyanya sambil mengelus-elus pipi Derel. Derel mengangguk kecil, dia membenamkan wajahnya di d**a Soya, masih dengan mulut yang bertautan dengan 'benda' itu. Tangannya menelusup masuk ke baju dan memeluk pinggang Soya. Soya menarik selimut hingga menutupi tubuh mereka berdua. Dalam selimut, Soya mengusap lembut pipi Derel "Yesterday daddy, now baby" Ucapnya sambil tertawa kecil. "I'm not baby!" Bantah Derel lucu. Soya tertawa kecil, dia menoel mulut Derel "Trus ini apa?" Tanyanya menggoda sambil menoel-noel mulut Derel. Pipi Derel samar-samar menampilkan semburat merah, haha dia malu "Aaaa" Derel menyembunyikan wajahnya. Soya menggelengkan kepalanya sambil mengacak rambut Derel "Baby's Soya let's sleep" Ucapnya dengan mata yang terpejam. cup Derel memberi kecupan singkat di 'sana' lalu menautkan lagi mulutnya. Soya menghela nafasnya "Nyamuknya nakal lagi" Ucapnya, mau dilarang sampai berapa kali pun laki-laki itu tidak akan mendengar. Ok! Saat ini ada 3 sebutan untuk Derel : 1. Daddy Suaranya yang berat dan serak membuat Derel semakin mempesona. Pinggang yang ramping, punggung yang lebar, otot-otot besar, tatapan mata tajam, aura yang mematikan. 2. Nyamuk besar Hobinya yang suka membuat tanda, sehingga membuat Soya jengah dan akhirnya membiarkan laki-laki itu bertingkah. 3. Big baby Ada beberapa yang berubah jika big baby mode on, yaitu mata membulat, tatapan lucu, cadel, rengekan, bibir monyong, tangan yang selalu merentang meminta pelukan dan masih banyak lagi. Soya mengusap lembut kepala dan mempuk-puk punggung Derel, yang membuat Derel lama-lama mengantuk. "Udah, Delel antuk" Ucap Derel sambil mengucek matanya dan melepaskan tautan bibirnya. Soya tersenyum, dia membenarkan pakaiannya lalu memeluk Derel. Soya pun ikut tidur dan memutuskan untuk besok saja mengambil rapotnya. ༶•┈┈⛧┈♛♛┈⛧┈┈•༶ Waktu sudah menunjukkan pukul 2 siang, Derel masih tidur sementara Soya sudah bangun 15 menit yang lalu. Dia tak bisa kemana-mana karena Derel memeluknya, jika dia melepaskan nya maka Derel akan terbangun. Derel tidur sangat pulas, nafasnya juga teratur. Soya menebak jika Derel kecapean makanya Derel tidur sangat pulas di dekapannya. Karena tak tau mau melakukan apa karena Derel memeluknya, dia pun mengambil ponsel dan melihat-lihat video di YT. Sesaat kemudian Soya merasakan ada yang melihatnya, lantas dia menoleh ke sembarang arah mencari hal itu. "Honey~~" Soya mengangkat kedua alisnya mendengar suara itu, akhirnya dia menunduk... ternyata Derel. "Kenapa hm?" Tanya Soya sambil menyingkirkan anak rambut yang menutupi mata Derel. Bisa dibilang rambutnya cukup panjang. "Mau nen lagi" Jawab Derel sambil menunjukkan puppy eyes miliknya. Ow! Itu sangat menggemaskan, Soya tak tega untuk menolak permintaan itu. "Tadi udah, sekarang mau lagi?" Tanya Soya sambil membuka robekan baju bagian atas, yang di sobek Derel tadi. Derel mengangguk layaknya anak kecil yang di tawari Ice cream "I want it" Ucapnya dengan mata yang berbinar. "Hm... you got it, baby. Slowly ok?" Derel mengangguk "Thankyou" Derel menautkan bibirnya di 'aset' miliknya, Soya tersenyum lalu mengacak rambut Derel. Soya pun melanjutkan menonton video tadi sambil mengelus-elus rambut Derel. Untuk hari ini Derel ingin menghabiskan waktu untuk bermanja-manja dengan Soya, pokoknya harus lebih manja dari Soya kepadanya. Derel memegang rahang Soya, diusapnya lembut pipi perempuan itu "Soya punya Delel" Celetuk Derel namun tak jelas dan ucapannya sukses membuat Soya tertawa. "Gak tuh, Soya punyanya Tuhan bukan punya kamu" Ucap Soya, Derel mengerutkan dagunya "Punya Tuhan sama punya Delel juga" Balasnya. Soya hanya mengangguk dan tersenyum saja "Udah ya? Pegel punggung aku, miring terus" tok... tok... tok... Derel melepaskan tautannya, tapi bukan berarti Derel mengiyakan ucapan Soya melainkan untuk membuka pintu kamar. Sebelum dia membuka pintu, ia lebih dulu memakai kemejanya yang ada di sofa depan kasur. "Ada apa?" Tanya Derel datar ke pembantu itu. "Maaf mengganggu Tuan, ada surat untuk Tuan" Jawab pembantu itu sambil menyodorkan sebuah amplop putih. Derel mengambilnya "Dari siapa?" Tanyanya. "Saya tidak tau, tadi ada di depan gerbang dan yang menemukannya adalah penjaga di depan" Jelasnya. "Terimakasih, kau boleh pergi" Pembantu menunduk kecil lalu berjalan pergi. "Kenapa?" Tanya Soya yang sudah duduk menyender di headboard atau sandaran kasur. "Gak tau" Jawab Derel dan meletakkan amplop di meja. Dia berlari lalu melompat ke kasur "Ayo cuddle" Ucapnya. "Cuddle? Sekarang?" "Ayo!!" Seru Derel. "Tapi aku laper, makan dulu ya?" Ucap Soya sambil tersenyum. "Oiya! Belum makan siang, tunggu di sini jangan keluar" "Aku aja yang ambilin makanan nya" "Gak! Nanti karyanya nyamuk nakal kelihatan sama orang-orang di rumah" Mendengar penuturan Derel membuat Soya langsung menghidupkan kamera depan "Aaaa Derel, banyak banget!! Susah nutupinya" Ucap Soya kesal. Bisa dibayangkan, banyak tanda merah di leher, bawah telinga, lengan atas dan 'bagian atasnya', nyamuk itu benar-benar berbahaya daripada nyamuk sss. Derel hanya cengengesan lalu berjalan keluar mengambil makanan. Sesaat kemudian, Derel sudah berada di depan pintu. Dia membuka pintu itu, saat itu juga dia mendengar Soya di kamar mandi. Seketika Derel meletakkan makanan itu dan berlari masuk ke kamar mandi "Sayang!" Soya muntah lagi, kini hanya air yang ia muntahkan tak ada makanan atau nasi. Derel memijat tengkuk istrinya "Masih mual?" Baru juga ditanyakan Soya kembali muntah membuat Derel khawatir "Udah?" Tanya Derel. Soya mengangguk lemas, kepalanya kembali pusing dan badannya lemas seperti tak ada tenaga lagi.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD