05 • Soya As Baby Girl

1528 Words
I got you baby. Lo gak bisa lari dari gue, sayang! -Derel- ??? Derel menuntun Soya untuk duduk di sofa, dia menyenderkan kepala Soya di dadanya "Aku panggilin dokter ya?" "Gak! Cuma masuk angin doang, ga usah panggil dokter" Tolak Soya sambil memejamkan matanya karena saat matanya terbuka dia melihat semua benda berputar membuatnya tambah pusing. Derel mengambil segelas jus semangka "Di minum" Ucapnya sambil menyodorkan minuman itu. Soya pun meneguk jus tersebut namun sesuatu dalam perutnya menolak minuman itu, alhasil dia memuntahkan lagi dan mengenai celana Derel. "Maaf" Ucap Soya. Derel tersenyum dan menggeleng "Gak usah dipikirin, makan ya?" Mendengar itu Soya menggeleng "Gak! Aku mau tidur aja" Tolaknya. "Kamu belum makan, rotinya aja seenggaknya perut kamu keisi makanan" Soya tetap menggeleng "Aku pengen tidur" Ucapnya terdengar lirih. Derel tak bisa memaksa lagi, mungkin tidur bisa membuat Soya lebih baik. Dia menggendong Soya lalu membaringkan istrinya setelah itu dia masuk ke kamar mandi untuk mengganti celana. Wajah perempuan itu terlihat pucat "Peluk" Ucap Soya sambil merentangkan tangannya. Derel naik ke kasur lalu berbaring di samping Soya, Soya pun langsung masuk ke dekapan Derel. Entahlah, memeluk dan membenamkan wajah di d**a bidang Derel bisa membuat rasa mual itu mereda dan menghilang. "Udah mendingan? Kalau belum, aku panggil dokter aja ya takutnya kenapa-napa" "Gak! Aku cuma pusing sama mual doang, ga usah berlebihan kayak gitu. Meluk kamu udah buat aku mendingan, jadi... aku pengen peluk kamu sampai aku tidur" Jawab Soya. Derel terkekeh mendengarnya, dia pun menelusupkan tangan kanan masuk ke sobekan baju Soya. Dia bisa merasakan halus punggung istrinya, Derel melingkarkan tangannya di pinggang Soya. Oiya, bajunya Soya robeknya sampai bawah. Tangan kiri menjadi bantal untuk perempuan itu. Diusapnya lembut kepala Soya "Udah gak mual kan?" Tanyanya sambil menunduk untuk melihat wajah Soya. Soya mengangguk yang artinya perutnya sudah tak mual lagi. Soya semakin memeluk Derel erat, dia bergerak menyari kenyamanan di dekapan suaminya. Derel terkekeh geli merasakan duselan di dadanya "Mommy manja mode on" Celetuk nya, Derel memang suka memanggil Soya Mommy dan dirinya Daddy. Dia tak bisa membayangkan bagaimana jika ada Derel kecil di perut Soya, pastinya dia akan mengusap perut Soya dan sering memeluknya agar Derel kecil bisa merasakan kehangatan dari Daddy nya. Soya mendongakkan kepalanya, tangannya terulur untuk memegang rahang tegas Derel. Jari-jari lentik itu mengusap lembut pipi laki-laki nya. Derel menunduk, iris mata hitam pekat menatap iris mata abu-abu "Kenapa hm?" Tanya Derel sambil menyingkirkan anak rambut yang menutupi mata Soya. Soya tak menjawab, matanya terpana akan ketampanan suaminya sendiri "Baby" Panggil Derel, Soya hanya membalas dengan senyuman manis. Derel mengunci tatapannya pada bibir merah ranum milik Soya, lantas dia mengangkat Soya hingga sejajar dengannya. "Can I get kiss baby?" Tanya Derel. Derel mengubah posisinya menjadi kaki berada di samping Soya sementara pinggang sampai atas berada di atas Soya. Paham? Susah jelasinnya :(. Kedua tangan Derel memegang tangan Soya ke atas, menempel di kasur. "Em... iy--" Belum juga menjawab, Derel mencium bibir Soya. Yang awalnya berniat hanya ciuman singkat, sekarang menjadi lumatan lembut. Derel melepaskan tautan bibirnya lalu mengusap bibir Soya dengan ibu jari "Bibir kamu manis sayang" ucapnya. Soya terdiam, baru kali ini dia mendapatkan lumatan lembut di bibirnya cukup dalam. Derel tertawa, dia tau jika ini pertama kalinya dia melumat bibir Soya "Gak usah kaget sayang, mau lagi?" Godanya. Soya tersenyum malu, semburat merah sudah terlihat samar di pipinya. Derel mengacak rambut Soya, lalu kembali berbaring. Derel menarik Soya ke dekapannya, tanpa mengeluarkan huruf satu pun Soya mencium leher Derel dan membuat tanda di sana. Ajarannya bapak Derel ini mah. "Heh?! Ngapain tadi?" Kaget Derel, menurutnya Soya terlalu malu untuk membuat tanda di lehernya jadi dia pikir jika perempuan itu tak akan berani. "Malu" Cicit Soya, kepalanya sudah terbenam di d**a Derel. "Udah berani yaa" Derel pun menggelitiki Soya. Soya tertawa merasakan gelitikan Derel di pinggangnya "Hahaha Derel geli" Tawanya. Derel semakin menggelitiki Soya, dari pinggang hingga leher perempuan nya. Derel pun berhenti saat Soya tertawa hingga mengeluarkan air mata "Haha mau nangis" Tawanya lalu menghapus air mata istrinya. Soya tak menangis, dia malah tersenyum sambil ikut menghapus air matanya "Geli!" Ucapnya. Derel mencium pipi Soya "Maaf habisnya kamu gemesin, saking gemesnya pengen aku makan, tapi nanti malem aja" "Heh! Kok gitu" Soya memukul d**a Derel. Derel pun tertawa lagi, menggoda Soya merupakan hal yang menyenangkan. "Kenapa? Mau sekarang?" Goda Derel sambil mencolek dagu Soya. "Gak ada!" Tolak Soya galak. "Pengen Derel kecil" Ucap Derel sambil mengerucutkan bibirnya. Soya menghela nafasnya "Nanti malem" Ucapnya singkat lalu membenamkan wajahnya di d**a Derel. "Ha?" "Ha ho ha ho" Senyum lebar terukir di wajah Derel "Ma'acih" Balasnya kesenengan, laki-laki itu pun memeluk erat Soya, berharap juga... bukan hanya Soya yang merasakan kehangatan nya namun Derel kecil juga bisa, nantinya. Beberapa saat kemudian, terdengarlah dengkuran halus dari dalam dekapannya. Derel tersenyum lembut mengetahui Soya sudah tertidur "Cantiknya Derel udah tidur" Ucapnya sambil mengusap lembut pipi chubby Soya. "Kamu tau sayang? Apa yang buat aku cinta sama kamu? Yang buat aku cinta sama kamu itu sifat lembut, halus sama sifat keibuan kamu. Aku lahir udah gak ada orang tua, aku ditemuin di tong sampah dan di rawat sama seseorang" "Aku kira orang itu baik dan bakal ngerawat aku, tapi ternyata enggak! Waktu aku umur 4 tahun, aku udah di suruh ngamen dan jualan gorengan kalau gak dapet uang gak bakal makan. Sampai aku umur 13 tahun, setiap malem aku dapet pukulan, sabetan dan dapet tendangan di perut" "Aku udah ga tahan lagi, jadi aku kabur dari rumah dan nyari kerjaan buat makan. Pernah aku di pukul sama preman, pernah aku keserempet mobil, pernah aku gak makan 1 minggu dan tidur di depan ruko. Disitu aku gak sekolah, aku juga bodoh di akademis" "Tapi suatu hari aku liat ada bapak-bapak hampir ketabrak mobil, ga tau reflek atau gimana aku langsung dorong bapak itu dan akhirnya aku yang ketabrak, mental beberapa meter aku langsung gak sadar diri" "Bangun-bangun aku udah ada di rumah sakit dan ada bapak yang tadi, tapi sekarang ada beberapa orang pakai pakaian serba hitam dan bawa senjata api. Bapak itu deketin aku dan bilang kalau dia mau ngangkat aku jadi anaknya, di situ aku nolak takut kalau bapak itu sama kayak mereka dan bakal nyiksa aku" "Ternyata bapak itu ketua mafia, disitu aku langsung takut dan nangis buat jangan di bunuh. Bapak itu tetep maksa buat ngangkat aku jadi anaknya. Semenjak itu aku di latih semua latihan, dari bela diri, senjata api, senjata tajam, dan di ajarin cara mimpin mafia dan mimpin perusahaan. Jadilah aku kayak sekarang" "Kalau Ayah masih hidup sekarang, dia pasti bangga sama anak angkatnya. Tapi disitu ada yang kurang, aku gak pernah ngerasain kasih sayang seorang ibu. Gak bisa ngerasain gimana dipeluk, disuapin, di tenangin, di usap kepalanya, di manja, di peluk waktu tidur sama Bunda" "Tapi sekarang semuanya udah lengkap. Aku bisa ngerasain dipeluk, disuapin, di tenangin, di usap kepalanya, di manja dan di peluk waktu tidur sama... kamu. Sifat kamu yang buat aku cinta, kamu Bunda sekaligus Istri buat aku. Aku memang bukan orang yang baik, aku suka bunuh orang, aku suka sama darah, aku suka sama pedang itupun aku juga sering ga bisa ngendaliin emosi" Flashback On Waktu Soya sekolah, dia pernah jatuh dati lantai 2 karena di dorong sama Raja. Kejadian itu juga terjadi setelah Soya melihat hal hina Raja dan Ica. Oleh karena itu Raja dorong Soya agar Soya hilang ingatan dan bisa lupa sama hal itu lalu kembali sama dia. Waktu itu Derel ngeliat dengan jelas Soya jatuh dari lantai 2, dia juga ngeliat kalau yang dorong itu Raja. Dengan melihat seseorang yang sudah ia klaim sebagai miliknya di lukai seseorang, Derel langsung menelfon anak buahnya untuk bawa Soya ke rumah sakit sementara Raja menjadi urusannya. Disitu Raja di hajar habis-habisan oleh Derel di tengah lapangan "Lo udah buat cewek gue luka, dan sekarang gue juga bakal ngelukain lo lebih parah yaitu... MATI!" Ucap Derel tenang namun menampilkan seringai iblisnya. "Siap? Gue bakal anter lo pulang kok... ke neraka, mumpung lagi open member. Kesempatan gak dateng dua kali bro" bugh bugh bugh Derel memukul dan menghantamkan kepala Raja ke tanah, dia tak peduli dengan guru-guru yang mencoba menghentikannya. Bahkan dia juga tak takut saat polisi datang. Namun sesuatu membuatnya diam, suara yang halus dan lembut membuat hatinya dingin "Kak! Jangan pukulin dia lagi, aku gak pa-pa" Itu suara Soya. Dia bisa melihat tangan kecil melingkar di pinggangnya, lantas dia membalikkan badannya "S-soya" "Aku mohon jangan pukulin dia, aku gak mau kakak masuk penjara cuma gara-gara aku. Aku tau kakak mukul dia karena dorong aku dari lantai 2" Mohon Soya dengan air mata yang sudah mengalir deras, menahan rasa sakit di kepalanya juga tak tega dengan Raja. Derel menyeka air mata Soya, dia memeluk gadis itu "Stt... ga boleh nangis, sekarang lo punya gue! Gue gak suka penolakan, paham cantik?" Soya mengangguk saja agar Derel tak melakukan lebih dari itu ke Raja. Derel tersenyum miring "I got you baby. Lo gak bisa lari dari gue, sayang" Gumamnya. Tiba-tiba ada asap hitam merebak di tengah-tengah kerumunan tersebut, semuanya mencoba menghilangkan asap itu. Saat asap itu menghilang, Derel dan Soya sudah tak ada di sana hanya ada Raja yang masih tergeletak tak berdaya di tanah. Flashback Off
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD