Adinda membuka matanya perlahan. Rasa sakit di seluruh tubuh juga kepalanya, membuat Adinda tak banyak bisa bergerak. Ia hanya bisa menggerakkan bola matanya ke kanan dan ke kiri. Air mata kembali mengalir senyap dari sudut matanya. Tangannya berusaha meraih Coco kembali ke dalam pelukannya. Ini adalah pertama kalinya, rasa sakit di malam hari yang ia rasakan begitu membekas di siang hari. Karena kejadian semalam bukanlah hanya kejadian yang biasanya ia alami. Ada banyak orang yang berpartisipasi untuk menambah rasa sakit untuk Adinda. Dan baru kali ini Adinda mengerti, ia tidak mampu untuk selalu berusaha terlihat kuat dan tegar. Setelah menangis seorang diri untuk beberapa saat, Adinda memutuskan untuk bangkit duduk begitu mendengar suara ponselnya berdering kencang. Jemarinya meraih t

